Awal Ramadhan 2025: Menunggu Kepastian di Tengah Perbedaan Metode Penentuan

Awal Ramadhan 2025: Menunggu Kepastian di Tengah Perbedaan Metode Penentuan

K
Kamsah

Penulis

Tanggal: Jumat, 28 Februari 2025

Waktu: Pukul 17.00 WIB hingga selesai

Lokasi: Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat

Sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Lembaga ilmiah seperti BMKG, BIG, BRIN, dan Observatorium Bosscha ITB juga akan memberikan paparan terkait kondisi astronomi.

Sidang isbat menjadi momentum penting dalam menyatukan pandangan berbagai pihak, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadinya perbedaan penetapan awal Ramadhan antara pemerintah, NU, dan Muhammadiyah.

Baca Juga

Perbedaan Metode Penentuan Awal Puasa

Perbedaan awal Ramadhan di Indonesia umumnya disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan oleh pemerintah, NU, dan Muhammadiyah.

Pemerintah dan NU menggunakan rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap hilal setelah matahari terbenam pada 29 Syaban. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Sementara Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi yang menetapkan awal bulan hijriah berdasarkan keberadaan hilal di atas ufuk, tanpa harus terlihat secara langsung.

Awal Ramadhan 2025 Versi Muhammadiyah

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.