Terkini.id, Jakarta – Pangkostrad, Letnan Jenderal Dudung Abdurrachman menceritakan detail momen saat Letjen (Purn) AY Nasution ingin mengambil kembali tiga patung tokoh penumpas G30S PKI yakni Soeharto, AH Nasution dan Sarwo Edhi Wibowo dari museum Kostrad.
Jenderal Dudung mengungkapkan, AY Nasution bahkan sampai menangis saat meminta patung Soeharto dan dua pahlawan penumpas G30S PKI itu.
Menurutnya, AY Nasution menangis karena tak ingin masuk neraka saat meninggal kelak. Hal itu lantaran mantan Pangkostrad tersebut meyakini bahwa patung dalam Islam adalah dosa besar.
“Beliau tuh sampai hampir meneteskan air mata. Bilang pak Dudung saya tak mau nanti meninggal saya masuk neraka,” ujar Jenderal Dudung, Jumat 1 Oktober 2021 seperti dikutip dari Detikcom.
Lantaran mendengar permohonan AY Nasution yang tampak serius itu, Dudung pun akhirnya mengizinkan patung Soeharto, AH Nasution dan Edhi Sarwo tersebut diambil dari museum Kostrad.
- Jelang Pemilu 2024, Ini Seruan KSAD Jenderal Dudung ke Prajurit TNI AD
- Effendi Simbolon Minta Maaf Bersumpah Tidak Pernah Judge TNI
- Semakin Panas, Anggota DPR RI Effendi Simbolon Bersitegang dengan KSAD Jenderal Dudung
- Biasanya Dituduh Hina Islam, Jenderal Dudung Kini Dipuji PKS: Jadi yang Terdepan!
- Waduh! Posting Foto Jenderal Dudung, Pak Lurah: Predator KM 50 ...
Dudung pun menjelaskan, andai kata pembuat tiga patung tokoh penumpas G30S PKI itu bukan AY Nasution maka dirinya akan melarang.
Ia juga mengungkapkan bahwa ternyata AY Nasution memakai uang pribadinya dan bukan uang negara untuk membuat patung-patung itu
Berdasarkan pertimbangan itu, maka Jenderal Dudung pun pada hari itu juga langsung mengizinkan AY Nasution membawa pulang patung Soeharto, AH Nasution dan Sarwo Edhi Wibowo tersebut.
Menurut Dudung, patung ketiga tokoh penumpas G30S PKI itu tak masalah dibawa pulang AY Nasution lantaran nantinya Kostrad akan membuat lagi tiga patung serupa sebagai pengganti.
“Kalau kemudian nanti institusi akan buat lagi saya rasa tidak akan masalah. Saya persilakan untuk diambil dan dilaksanakan saat itu juga,” tuturnya.
Diwartakan sebelumnya, sang pembuat patung tokoh penumpasan G30S PKI di Museum Kostrad Letjen (Purn) AY Nasution membeberkan alasannya mengambil kembali patung-patung tersebut dari Markas Kostrad.
AY Nasution awalnya menceritakan, kala itu ia menemui Pangkostrad Letnan Jenderal Dudung Abdurachman untuk menyampaikan keinginannya membawa pulang patung-patung yang dibuatnya semasa menjabat Pangkostrad itu.
Kepada Jenderal Dudung, AY Nasution pun membeberkan alasannya mengambil kembali patung Soeharto beserta AH Nasution dan Sarwo Edhi tersebut.
“Sebab saya sudah usia 67 tahun, kemudian setelah tua ini saya banyak merenung diri, mendengar ceramah, baca buku tentang agama. Di dalam agama Islam, kita ternyata dilarang membuat patung, menyimpan patung, apalagi yang berinisiatif dan membuat, bakal dosa besar,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
