Terkini.id, Jakarta – Pendakwah Buya Yahya mengatakan bahwa orang yang telah keluar dari Islam ialah pengkhianat besar terhadap agama dan Tuhannya sehingga umat muslim tak memiliki kewajiban apa-apa atas kematiannya.
Namun, berbeda dengan orang kafir atau nonmuslim yang memang sejak lahir, jika ia dalam kesusahan maka wajib dibantu, bahkan saat kematiannya pun umat muslim wajib turun tangan.
“Kalau tetangga kita yang nasrani asli, dari lahir dari kecil dia adalah seorang nasrani maka dia punya kehormatan yang harus kita hormati. Kalau meninggal kita wajib merawat jenazahnya, kalau lapar kita harus memberi makan kepadanya, itu indahnya Islam kepada orang kafir, orang nonmuslim,” kata Buya Yahya dengan tenang seperti terekam dalam Youtube Nuansa Islam, Jumat, 8 Maret 2022.
“Tapi berbeda dengan orang (yang) murtad, karena dia telah berkhianat besar kepada agama dan Tuhannya. Maka orang murtad adalah tidak terhormat. Sehingga kita tidak punya kewajiban apa-apa kalau (si murtad) mati,” jelas Buya Yahya lebih lanjut.

Orang yang murtad adalah orang yang keluar dari iman. Buya Yahya menjelaskan orang yang seperti itu sangat tidak terhormat bahkan ketika meninggal, tidak ada kewajiban apa pun atas jenazahnya.
“Orang murtad karena keluar dari iman, dia khianat, bahkan tuh khianat keluarga juga. Maka dia tidak terhormat sama sekali, bahkan sampai dikatakan kalau meninggal jenazahnya bisa dikasihkan serigala dan sebagainya,” kata Buya Yahya.
Dijelaskannya lagi saking tidak adanya lagi kehormatan atas orang yang murtad, walaupun dia tengah kesusahan, tidak ada kewajiban untuk menolongnya. Bahkan tidak boleh memberinya makan atau minum.
Hukuman bagi orang yang murtad jika diterapkan di Indonesia dinilai tidak cocok diterapkan bahkan berbahaya. Kalau hukum tersebut ditegakkan maka orang akan susah untuk melakukan murtad.
Buya Yahya memberikan pengecualian bahwa orang yang memang pada awalnya, sejak lahir dia nonmuslim seperi Kristiani, Hindu-Buddha, dll mereka lebih pantas hidup berdampingan dengan umat Islam dalam napas saling menghargai.
Seperti tertulis dalam Al-Qur’an Surah Al Baqarah ayat 217, orang yang murtad ialah orang yang sia-sia amalannya di dunia dan akhirat kelak.
“Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan.” Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, sia-sialah amal mereka di dunia dan akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya,” bunyi Q.S. Al Baqarah: 217, seperti tertulis dalam aplikasi Qur’an Kemenag.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
