Terkini.id, Makassar – Bicara proyeksi ekonomi, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan kegelisahannya tentang pengaruh ekonomi global yang makin terasa.
“Kita harus kerja keras tahun ini,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Dinner Talk ‘Perekonomian Indonesia: Prospek dan Arah Bauran Kebijakan’ BI yang digelar di Hotel The Rinra, Jalan Tanjung Bunga, Kamis 31 Januari 2019.
Menurut Perry, dampak ekonomi global tahun ini paling dirasakan di sektor riil. Khususnya kegiatan ekspor.
Sementara, Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah yang mengandalkan kegiatan ekspor untuk pertumbuhan ekonomi.
Harga Komoditas Ekspor Turun
Perry mengungkapkan, harga komoditas dunia diprediksi mengalami penurunan pada 2019.
- Anggota DPR Minta Pemerintah Jelaskan Kemampuan Bayar Utang
- Indonesia Masuk Zona Resesi, Sri Mulyani: 'Suku Bunga Terus Naik Jika Inflasi Tak Terkendali'
- Hore! Bank Indonesia Resmi Keluarkan Layanan ini, Biaya Transfer Antar Bank Cuma Rp 2.500
- Banyak Ancaman 2022, BI Sebut Ekonomi Akan 'Menghantui' Kenaikan Inflasi
- Akhirnya, Biaya Transfer Antar Bank Turun Jadi Rp2.500
“Tahun lalu, komoditas ekspor seperti tembaga, batubara, hingga nikel naik pada 2018. Tahun ini hampir semuanya negatif,” katanya.
Penurunan harga komoditas tersebut tentu akan mempengaruhi komoditas ekspor Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan.
“Karena pertumbuhan ekonomi global itu cenderung turun. Dari dua tahun lalu tumbuh 3,7 persen, kemudian tahun lalu turun menjadi 3,6 persen dan tahun ini diproyeksi cuma 3,5 persen,” kata Perry mengutip data IMF.
Sementara, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi duni tahun 2019 bakal menurun dari tahun sebelumnya 3 persen menjadi 2,9 persen tahun ini.
Kecemasan dari Tiongkok
Salah satu yang dicemaskan oleh Perry adalah menurunnya ekonomi Tiongkok yang merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor, khususnya ekspor dari Sulsel.
“Tiongkok juga mengalami penurunan, dari 6,9 persen ke 6,6 persen, lalu terakhir 6,3 (tahun 2019). Permintaan mereka terhadap komoditas ekspor kita pun ikut menurun,” tambahya Perry lagi.
Proyeksi Ekonomi Sulawesi Selatan
Terkait Sulawesi Selatan, dia menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah ini memang bisa mencapai hingga 7,2 hingga 7,6 persen.
“Tetapi, (proyeksi) itu kita belum menghitung pengaruh ekonomi global,” katanya.
Dengan melihat harga komoditas dunia yang turun, dan pertumbuhan ekonomi yang melambat, tentu berat bagi Sulawesi Selatan meningkatkan ekspornya dan mendongkrak perekonomian.
Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 7,17 persen pada triwulan III 2018 lalu, memang banyak ditopang oleh sektor ekspor. Tercatat, ekspor Sulsel lebih besar dari impor.
Solusi untuk Sulsel
Gubernur BI meminta, pemerintah Sulsel dan berbagai pihak terkait untuk bersinergi dan mencari pasar-pasar ekspor baru selain Tiongkok.
Selain itu, dia juga meminta agar pemerintah mempercepat perizinan, khususnya untuk dokumen ekspor dan investasi di Sulsel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
