Bahas Kepemimpinan Mahasiswa, BEM FK Unismuh Gelar Webinar LKMM-SK 2020

Bahas Kepemimpinan Mahasiswa, BEM FK Unismuh Gelar Webinar LKMM-SK 2020

Terkini.id, Makassar – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (BEM FK Unismuh) kembali melaksanakan kegiatan Webinar Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa dan Sekolah Kastrad (LKMM-SK 2020).

Partisipan pada kegiatan webinar ini berjumlah 200 yang merupakan seluruh mahasiswa FK Unismuh dan IKA FK Unismuh dengan mengusung tema “Integritas dan Strategi Adaptabilitas Organisasi di Era Disrupsi”. Kegiatan dihelat, Selasa 15 September 2020.

Moderator dari kegiatan ini dipandu langsung oleh Muhammad Lestari Putra yang merupakan Ketua Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) FK Unismuh.

Beragam topik dibahas oleh narasumber Webinar ini dari multi-disiplin ilmu yang notabenenya adalah kontributor dan influencer generasi milenial.

Topik materi tersusun secara sistematis bermula dari Peran Mahasiswa Kedokteran Dalam Gerakan Tajdid Muhammadiyah yang dipaparkan Elly Oschar selaku Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sulsel.

Menarik untuk Anda:

Kemudian adaptasi Pergerakan Mahasiswa Dalam Gelombang Disrupsi oleh Sherly Annavita, Milenial Influencer, dan Prognosis Mahasiswa Kedokteran Dalam Gelombang Disrupsi dipaparkan dr. Rais Reskiawan, Mahasiswa Ph.D Neurosains University of Nottingham UK.

Elly Oschar mengatakan, gerakan tajdid Muhammadiyah adalah gerakan advokasi yang memperjuangkan kaum lemah berasaskan integrasi nilai-nilai pencerdasan dan pembebasan, terbebas dari segala tindak-tanduk penindasan dan pembodohan.

“Karenanya, BEM FK Unismuh sebagai lembaga pelanjut dan pelangsung gerakan Muhammadiyah sudah seyogyanya bertanggungjawab dalam memastikan serta memperjuangkan kebijakan yang tidak merugikan kedua pihak, baik mahasiswa maupun birokrasi kampus,” ujarnya.

Sementara Sherly Annavita dalam paparan materinya mengatakan, realitas sekarang adalah sejarah yang terulang.

“Makna disrupsi adalah memotong jalur-jalur pikiran konvensional. Perubahan bisa terjadi ketika kita siap melawan arus (status-quo). Sejarah hanya mencatat pemainnya, dan sehebat apapun penontonnya itu tidak akan tercatat dalam sejarah. Hari ini bukan soal kompetisi tapi kolaborasi,” ijar Sherly.

“Yang mahal dari sebuah karya bukan ide gagasannya tapi secepat apa eksekusinya, ini bukan tentang disparitas perbedaan tapi mendekatkan jarak persamaan. Pilihannya hanya dua, ciptakan pembaruan atau galakkan pembaharuan. Kunci besarnya pun hanya dua; berubah segera atau segera tertinggal,” tambahnya.

Dr. Rais Reskiawan selaku narasumber terakhir di webinar ini mengungkapkan bahwa gerakan mahasiswa kedokteran saat ini sudah maksimal secara eksistensial, namun nihi dalam esensial.

Dalam materinya, ia juga menjelaskan miniatur keorganisasiaan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah makna sosial yang terkandung di salat berjamaah, yakni berawal dari barisan shaf dengan keteraturannya hingga ma’mumnya yang dibolehkan untuk mengingatkan Imamnya jika khilaf dalam rukun dan bacaannya.

“Hemat saya, prognosis mahasiswa kedokteran di era disrupsi bergantung pada critical thinking-nya (berpikir kritis) sebagai modal dan kunci utama dalam beradaptasi dalam situasi paceklik saat ini,” ujarnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Perayaan Semarak Bulan Bahasa, Himaprodi PBSI UNM Bagi Masker dan Gelar Seminar

Hadirkan Waketum LPBH NU Makassar, PMII UINAM Gelar Webinar UU Cipta Kerja

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar