Terkini.id, Makassar – Keributan antara daerah terjadi lagi di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Kericuhan yang melibatkan kelompok mahasiswa ini terjadi sekitar pukul 14.00 pada Selasa, 9 Juli 2019.
Tawuran antar mahasiswa ini tentu mengundang keprihatinan dari kalangan manapun, termasuk Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Makassar.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota Makassar Anriadi menilai kasus tawuran antar mahasiswa bukanlah karakter dan identitas mahasiswa yang sebenarnya.
Pihaknya menyebut bahwa mahasiswa tugasnya adalah akademik dan organisasi bukan malah saling melukai dan merugikan berbagai pihak.
“Konflik antar mahasiswa memang sungguh memprihatinkan, seharusnya mahasiswa sibuk dengan kegiatan akademik dan juga organisasi bukan malah melakukan tiddakan anarkisme,” ujarĀ Anriadi kepada Media.
- Gerhana Total Terangi Ramadan, Unismuh Gelar Salat Khusuf dan Observasi Teleskopik
- Ribuan Mahasiswa Baru Unismuh Makassar Ikuti Orientasi Akademik
- Kado Milad ke-62, Unismuh Makassar Jadi PTS Terbaik di Luar Pulau Jawa
- Unismuh, Satu-satunya PTS Indonesia Timur Masuk Pemeringkatan Internasional THE Impact Rankings 2025
- Unismuh Terima Penghargaan LPTK Penyelenggara PPG Terbaik Nasional dari Kemendikdasmen
“Mahasiswa harus sadar tugasnya sebagai agent of change dan social control di masyarakat. Konflik ini tentu mencemarkan nama baik mahasiswa di masyarakat sebagai kaum intelektual dan penyambung suara rakyat,” tambahnya.
IMM harap seluruh elemen mahasiswa tak terpancing konflik kedaerahan
Dengan demikian, Anriadi yang juga Alumni UNM ini berharap seluruh elemen mahasiswa agar mampu menjaga kedamaian dan tidak terpancing dengan issu konflik kedaerahan serta kelompok yang bisa merugikan
“Oleh karena itu kami mengajak kepada seluruh kader IMM, lembaga internal dan eksternal juga seluruh mahasiswa agar menjaga kedamaian dan tidak terprofokasi dengan issu-issu konflik kedaerahan serta klompok yg tntu merugikan banyak pihak,” harapnya.
Selanjutnya Anriadi berharap kasus ini tidak terulang lagi di kemudian hari.
Diketahui, kejadian ini dipicu akibat kelompok mahasiswa berujung pengrusakan kendaraan dan saling serang dengan menggunakan batu, busur dan senjata tajam lainnya di Tanjung Bayang, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kota Makassar pada Minggu, 7 Juli 2019, lalu.
Citizen Reporter: Ulil
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
