Masuk

Sikapi Pernyataan Bahlil Wacana Anies-Puan, Politisi PDIP: Bicara Pilpres Ada Ditangan Bu Ketum!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP Bambang Wuryanto belum lama ini turut menyikapi  pernyataan Menteri Investasi, Bahlil Lahadahlia, saat menyatakan pendapatnya soal wacana Puan Maharani dan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menilai Menteri Investasi Bahlil Lahadalia tak pantas berbicara soal capres-cawapres karena bukan kapasitasnya.

“Pak Bahlil adalah Menteri Investasi. Statement capres-cawapres, tuh, masuk akal enggak? Itu lho,” katanya.

Baca Juga: Denny Siregar Anggap Indonesia Bisa Ambyar Jika Anies Baswedan Jadi Pemimpin Negara

Politikus yang akrab disapa Bambang Pacul ini menganggap pernyataan Bahlil sabagai orang awam.

“Berarti dia sedang berpendapat awam. Kelasnya sama kayak dikau (masyarakat), hanya dia menteri. Tapi ilmunya sama. Kecuali kalau bahas investasi, dia ilmunya lebih tinggi,” kata Bambang pacul.

Pacul pun menyindir Bahlil tak pernah ikut proses elektoral legislatif atau pilpres. Dikutip dari Populis. Rabu, 13 Juli 2022.

Baca Juga: Ade Armando Yakin Anies Baswedan Bakal Menang Jika Ganjar Pranowo Tak Maju

Sebab itu, dia kembali mempertanyakan maksud Bahlil terkait pernyataannya tersebut.

“Mohon izin, Pak Bahlil belum pernah ikut elektoral, apalagi anggota dewan juga belum pernah, pilkada juga belum, capres-cawapres,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pacul mengatakan survei bebas memasangkan siapa pun di pilpres.

Namun, dia menegaskan keputusan terkait pasangan capres-cawapres PDIP ada di tangan Ketum Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Anies Baswedan Bakal ke Makassar Sapa Masyarakat Sulsel 10-11 Desember 2022

“Bicara pilpres, PDIP belum punya calon sampai hari ini belum menetapkan calonnya siapa. Dan calonnya siapa, capres, cawapres, itu ada tangan Bu Ketum,” terangnya.

“Jadi kalau orang bersurvei pasangan ini itu ya monggo-monggo saja. Namanya juga survei, itu bagian pekerjaan dia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Bahlil menilai Puan-Anies bisa menang satu putaran karena dapat menyatukan kubu cebong dan kampret, yang ramai di kalangan publik pada Pilpres 2019 lalu.

“Di mana-mana ada cebong, kampret. Saya pikir ini dua-duanya bagus juga. Saya pikir kalau ada surveinya itu top lah,” kata Menteri Bahlil.