Bandara Internasional Toraja Rampung Desember

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah meninjau proyek pembangunan Bandara Internasional Buntu Kuni Toraja, Rabu 21 Agustus 2019.

Terkini.id — Bandara Internasional Buntu Kuni dipastikan rampung pada bulan Desember 2019. Hal itu memberikan angin segar bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah menjelaskan, pembangunan bandara tersebut sudah berjalan dengan baik sesuai harapan, namun pekerjaan terlebih dahulu dikerjakan satu jalur dengan panjang landasan 1400 meter.

“Kita sudah 1400 landasan dari dua sisi, tapi kita kerjakan satu sisi dulu. Tapi kita berharap selesai tender ini kita bisa tambahkan supaya rampung dua jalur,” kata Nurdin Abdullah ketika meninjau lokasi ptoyek bandara, Rabu 21 Agustus 2019.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini berharap pembangunan terminal bisa diselesaikan dengan cepat karena semua wisatawan ingin menikmati akses transportasi darat agar bisa menikmati semua tempat wisata dengan nyaman dan bagus.

“Harapan kita terminal juga bisa selesai cepat, karena persoalan yang dihadapi Toraja ini adalah akses itu aja. Orang semua mau ke Toraja cuman iya tahulah kalau kita lewat darat habis waktu 8 jam,” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung Nurdin ini ingin pembangunan bandara Internasional Toraja Buntu Kuni ini dengan panjang landasan 2600 meter supaya bisa dipakai mendarat pesawat jet.

Menurutnya, private jet sudah banyak sekarang. Private jet bukan lagi menjadi barang langkah orang bisa cater, bisa sewah ke Toraja.

“Nah kalau Bandara ini selesai, ini menjadi salah satu pemicu orang akan berinvestasi, bangun hotel, restoran, mall, semuanya akan berkembang,” kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Apalagi, wisata budaya ini hanya ada di Toraja dan tidak ada di daerah lain di dunia. Bila dibandingkan dengan Singapura tidak memiliki wisata khas seperti yang ada di Sulawesi Selatan.

“Kita itu kalah dengan Singapura. Padahal Singapura punya apa coba wisata belanja. Kalau kita mulai dari pinggir pantai sampai puncak gunung bisa kita jual, apalagi Toraja ini spesifik nggak ada di dunia, kalau wisata pantai semua orang bisa bikin,” ungkapnya.

Sementara itu, Perwakilan Kementerian Perhubungan RI, Anas mengaku, pembangunan Bandara Buntu Kuni akan dimaksimalkan sesuai dengan permintaan bapak Gubernur Sulsel, dengan landasan 2600 meter. Untuk tahun 2019 anggaran hanya cukup untuk 1400, dengan 1400 Bandara sudah bisa beroperasi pesawat ATR 72.

“Targetnya kita itu selesai Desember tahun 2019. Mudah-mudahan tidak ada kendala Desember ataupun awal Januari kita sudah beroperasi,” ungkap Anas.

Untuk terminal Bandara Buntu Kuni sendiri akan dibangun dengan seluruh fasilitas lainnya dengan alokasi anggaran Rp 80 miliar.

“Untuk terminal masuk di fasilitas isi darat. Anggarannya sudah dialokasikan sementara proses revisi dari eselon satu Kementerian Perhubungan, untuk proses lelangnya sudah selesai, sudah ada pemenang tender kalau tidak halangan akhir bulan Desember kita sudah jalan,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini