Makassar Terkini
Masuk

Bangkitkan UMKM di Tengah Pandemi, Dewan Beri Anggaran Tambahan Dinas Koperasi Makassar

Terkini.id, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar memberikan anggaran tambahan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM sebesar 17 miliar melalui Dinas Koperasi.

Anggaran tambahan tersebut diharapkan mampu mempercepat kebangkitan UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Makassar Hasanuddin Leo, menuturkan total anggaran Dinas Koperasi yang diajukan sebesar Rp28,4 milliar dari total pagu indikatif sebesar Rp11,4 milliar. 

“Ini merupakan insiasi dari komisi B Bidang Ekonomi Keuangan saat pembahasan kebijakan umum anggaran-plafon pembahasan anggaran sementara (KUA-PPAS) beberapa waktu lalu,” kata Leo, Rabu, 2 Desember 2020.

Leo berujar, sejumlah penunjang untuk pengembangan UMKM antara lain, pelatihan, pendidikan, pemberdayaan, dan pengembangan individu. Hal itu untuk meningkatkan pendapatan UMKM. 

“Kita harapkan dapat secepatnya menciptakan tren positif pemulihan ekonomi sehingga Indonesia bisa bebas dari jurang resesi,” ujar legislator PAN itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B, Andi Hadi Ibrahim Baso mengatakan alokasi anggaran yang diberikan Dinas Koperasi bisa memperbanyak sejumlah item kegiatan guna mengatasi masalah ekonomi.

“Pembangunan kembali ekonomi di 2021 harus didorong dengan meningkatkan penganggaran pada dinas-dinas terkait,” ujar Ketua Fraksi PKS Makassar itu.

Secara rinci, kata Hadi, penambahan anggaran itu bisa berguna untuk mengedukasi pelaku usaha. Utamanya masyarakat kalangan bawah yang memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi.

Dari hasil Monev, Hadi mengatakan sudah banyak realisasi yang masuk. Hanya saja, masih banyak laporan para pelaku UMKM tidak melengkapi prosedur dan langkah yang ditetapkan.

“Akibatnya data yang disodorkan tidak valid. Kami ingin sampaikan, begitu masuk ke Dinas Koperasi untuk bantuan 2,4 juta itu, kebanyakan pelaku UMKM banyak yang tak paham prosedur, itu banyak yang tidak memperhatikan layanan pesan singkat (SMS)” kata dia.

Padahal SMS tersebut meminta untuk melakukan telepon balik. Namun hal tersebut tidak terjadi. Selain itu, Hadi mengatakan kebanyakan nomor para pelaku usaha yang disetor itu tidak dapat dihubungi.

“Performa Dinas Koperasi sangat diharapkan ke depannya karena memegang peran penting dalam pemulihan kembali ekonomi, sehingga harus didukung oleh seluruh pihak,” pungkasnya.