Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ferdi Mochtar, mengungkapkan hasil uji emisi kendaraan yang dilakukan di Kota Makassar. Menurutnya, hampir 2.000 kendaraan telah menjalani uji emisi pada bulan Juli lalu, dan mayoritas kendaraan tersebut masih memenuhi kriteria kualitas emisi yang baik.
Ferdi menjelaskan bahwa beberapa kendaraan, khususnya kendaraan bermotor dan roda empat, berhasil lolos uji emisi dengan kualifikasi baik. Namun, ia juga mengakui bahwa ada beberapa kendaraan yang tidak berhasil melewati uji emisi.
“Yang tidak lolos uji emisi kita sarankan untuk pemeliharaan kendaraan, kemudian nanti kita harapkan untuk menggunakan bahan bakar berkualitas,” kata Ferdi, Kamis, 7 September 2023.
Ferdi juga memberikan penjelasan mengenai pengaruh bahan bakar berkualitas terhadap emisi kendaraan. Dengan menggunakan bahan bakar berkualitas baik, produksi karbon dioksida dapat stabil, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi tingkat emisi yang merugikan lingkungan.
Untuk mengatasi masalah pencemaran udara, Ferdi menyebutkan bahwa solusi terbaik adalah dengan meningkatkan jumlah ruang terbuka hijau dan taman kota. Ia menggarisbawahi bahwa perawatan taman kota memerlukan waktu dan upaya yang serius, terutama selama musim kemarau.
- TPA Tamangapa Berbenah, DLH Makassar Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu
- Damkar dan DLH Makassar Kolaborasi Warga Lakukan Penyiraman Cairan Ecoenzym di TPA Antang
- Hari Terakhir! DLH Makassar Ajak Warga Segera Daftar Jadi Penyuluh Persampahan
- DLH Makassar Rekrut Penyuluh Persampahan, Pendaftaran Ditutup 5 Maret 2026
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN IP UBP Tello Dukung Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan bersama DLH Makassar
Pemeliharaan taman termasuk penyiraman tanaman secara intensif, yang perlu ditingkatkan dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.
“Jadi solusi paling bagus adalah peningkatan ruang terbuka hijau dan taman kota,” tuturnya.
Ferdi juga mengingatkan bahwa Kota Makassar, meskipun terpengaruh oleh perubahan iklim global, akan terus berupaya untuk menjaga dan meningkatkan ruang terbuka hijau. Pihak berwenang telah menginstruksikan pihak terkait, termasuk camat, untuk bekerja sama dalam memelihara taman dan melakukan penyiraman tanaman yang intensif di beberapa wilayah yang mengalami kekeringan.
Terakhir, Ferdi menyoroti pentingnya mengatasi emisi SO2 (Sulfur dioksida) yang berasal dari kendaraan bermotor dan roda empat. Kendaraan bermotor yang membuang SO2 menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara, dan upaya perbaikan dalam hal ini sangat diperlukan untuk menjaga kualitas udara yang baik di Kota Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
