Terkini.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau pemerintah daerah memberi perhatian khusus pada penanganan sekolah yang rusak akibat banjir.
“Kami mengimbau Pemda memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, kelangsungan, untuk mendeteksi secara dini dan penanggulangan kemungkinan terjadinya bencana,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana dilansir dari Tempo pada Sabtu, 4 Januari 2020.
Erlangga menjelaskan, sekolah yang rusak akibat banjir berada dalam penanganan pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota. Seperti diatur dalam UU sistem pendidikan nasional, disebutkan bahwa biaya itu merupakan tanggung jawab tiga pihak yaitu pemerintah pusat, swasta, dan masyarakat.
Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) Kemendikbud juga mengungkapkan (per 3 Januari 2020) terdapat 290 sekolah terdampak banjir di wilayah DKI Jakarta.
Jumlah tersebut terdiri dari 201 sekolah terendam banjir dan 89 sekolah mengalami gangguan pada akses menuju sekolah.
- Banjir Landa Sejumlah Wilayah Makassar, Gubernur Sulsel Kerahkan Tim Tagana dan Dinsos
- Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Hadapi Banjir, Air Bersih, dan Sanitasi di Hadapan WRI--RISE Indonesia
- Pemkot Makassar Terjunkan 40 Satgas Drainase Gerak Cepat Bersihkan Saluran Air di Jalan Urip dan Pettani
- Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat untuk Korban Banjir di Bantaeng
- Cegah Banjir di Luwu, Gubernur Sulsel Gelontorkan Rp18,7 Miliar untuk Normalisasi Sungai Suli Senilai Rp18,7 Miliar
Seknas SPAB juga melaporkan 8.420 siswa di DKI Jakarta terdampak banjir. Sementara itu, dari Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dilaporkan 12 sekolah mengalami kerusakan akibat banjir.
Dan dua puluh orang guru dan tenaga kependidikan mengalami banjir bandang yang merendam rumah mereka.
Jumlah sementara sekolah yang terdampak di Jakarta dan Lebak yaitu 302 sekolah.
Untuk menanggulanginya, Kemendikbud lewat Tim dari Direktorat Pembinaan SMP dan LPMP Banten telah turun langsung untuk memberikan bantuan.
Mendikbud Nadiem Makarim menyebutkan direktorat teknis Kemendikbud terkait sedang menyiapkan bantuan berupa tenda sekolah darurat, perlengkapan sekolah, alat permainan edukatif (APE), laptop untuk pembelajaran, serta buku-buku cerita.
Kemudian juga disiapkan bantuan berupa layanan psikososial bekerja sama dengan beberapa lembaga.
Nadiem menyebutkan jajarannya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terdampak banjir dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan pendataan sekolah terdampak banjir.
Selain di Provinsi DKI Jakarta, saat ini tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang melakukan peninjauan dan pendataan sekolah terdampak banjir di wilayah Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor, serta Kabupaten Bekasi, Bogor, Lebak, dan Bandung Barat.
Sebelumnya, banjir merendam sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan lainnya. Jumlah pengungsi di Jakarta akibat banjir sendiri mencapai 31.232 orang.
Hujan deras turun sejak tanggal 31 Desember 2019 secara merata di berbagai daerah. Banjir juga merusak fasilitas seperti rumah termasuk sekolah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
