Bank Indonesia Dorong Petambak Tradisional Naik Kelas

Terkini.id, Pangkep – Bank Indonesia terus mendorong pengembangan budidaya Udang Vaname di Kabupaten Pangkep dengan memberikan bantuan kepada kelompok pembudidaya udang.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Endang Kurnia Saputra mengatakan, tugas BI selain memompa perekonomian juga mengembangkan ekonomi daerah melalui pembinaan sesuai potensi daerah.

Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi tambak di Kelurahan Mappasaile dalam rangka panen perdana pada salah satu kelompok petani tambak binaan BI.

“Kenapa Udang Vaname? karena selain ikan, Pangkep juga terkenal dengan udangnya,” kata dia, Selasa 10 November 2019.

Mungkin Anda menyukai ini:

Ia mengatakan telah memberi bantuan kepada petani tambak Kelompok Sahabat Solo mulai dari bibit, semua alat produksi; terpal, kincir, dan biaya tenaga kerja.

Baca Juga: Bangkit di Tengah Pandemi, BI Dorong Pelaku UMKM Memasuki Ekosistem...

Bantuan tersebut BI berikan hingga petambak mampu mandiri.Kendati begitu, Endang menegaskan setelah menyerahkan sepenuhnya kepada petambak, BI tak langsung meninggalkan tetapi terus memberi pembinaan.

“Sampai mereka betul-betul menjadi petambak yang berhasil,” kata dia.

Ia mengatakan memilih Kelompok Sahabat Solo lantaran paling siap dan serius ingin bekerja. Selain itu, Endang menilai mereka punya komitmen kuat.

Baca Juga: Beredar Video Uang Rp100 Bergambar Jokowi, Begini Penjelasan BI

“Kita target tiga tahun ke depan, dari model tradisional yang hanya 800 kg per hektare, mudah-mudahan bisa mencapai 8 ton per hektare,” paparnya.

Endang mengatakan pertumbuhan ekonomi Pangkep saat ini mencapai 7,1 persen. Endang menilai pertumbuhan tersebut lebih cepat dibanding kabupaten lain di Sulsel.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa permintaan ekspor udang sedang tinggi. Bahkan, kata dia, saat ini Sulsel sedang kekurangan suplai.

Ketua Kelompok Sahabat Solo Firman mengatakan, kelompoknya masih menggunakan tambak sistem tradisional. Namun, kata dia, setelah mendapat bantuan dari BI maka produksi mengalami peningkatan.

“Dulu penebaran bibit 100 ribu bisa menghasilkan 1,5 ton. Sekarang penebaran 300 ribu bisa mendapat 7 sampai 8 ton dengan 3 kali panen,” paparnya.

General Manager Bogatama Marinusa (Bomar) Jumeri S mengatakan, perusahaannya telah mengekspor udang ke banyak negara. Sebanyak 80 persen ke Jepang. Selebihnya, Amerika dan Eropa. Ia mengatakan saat ini sulit mencari bahan baku.

Untuk itu, Bomar melakukan pembinaan kepada petani. bekerjasama dengan pemerhati lingkungan. Karena lingkungan yang baik menentukan hasil produksi.

“Saya senang melihat banyak pohon bakau subur di sini,” kata dia.

Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid mengatakan, petani tambak di Pangkep terkendala modal. Karena budidaya udang membutuhkan banyak alat. Masyarakat juga mengkhawatirkan soal pemasaran.

“Saya mengajak BI bukan hanya di sini,” ungkapnya.

Bagikan