Bantah AHY Jadi Ketum Demokrat karena SBY, Andi Mallarangeng: Mana Ada Politik Dinasti

Bantah AHY Jadi Ketum Demokrat karena SBY, Andi Mallarangeng: Mana Ada Politik Dinasti

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng membantah anggapan sejumlah pihak yang menyebut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih Ketua Umum (Ketum) Demokrat karena SBY ingin membangun politik dinasti.

Andi Mallarangeng pun membeberkan alasan mengapa AHY bisa terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Ia mengungkapkan bahwa sejak Partai Demokrat lahir selalu terjadi pergantian kekuasaan yang berbeda-beda, mulai dari Ketum pertama Demokrat Subur Budhisantoso hingga saat ini AHY.

Hanya saja, kata Mallarangeng, beberapa tahun lalu memang ada masalah hukum yang menjerat Ketum Demokrat yang saat itu masih dijabat oleh Anas Urbaningrum. Kemudian ketika itu juga SBY langsung menyelematkan partai dengan menjadi Ketum.

“Mana ada politik dinasti? Coba lihat sejak awal Partai Demokrat, pertama Ketua Umumnya Subur Budhisantoso, yang kedua Hadi Utomo. Nah yang ketiga kami bersaing, Pak Marzuki Alie, saya, dan saudara Anas, bersainglah kita, semua bisa dilihat. Kemudian ada masalah hukum dengan saudara Anas, Pak SBY langsung melakukan penyelamatan partai,” kata Andi Mallarangeng.

Baca Juga

Hal itu diungkapkan Mallarangeng saat tampil sebagai pembicara di tayangan kanal Youtube NewsMaker, seperti dilihat pada Senin 15 Maret 2021.

Lanjut Andi Mallarangeng, setelah SBY purna tugas sebagai Ketum Demokrat pihaknya kemudian mencari kader terbaik yang memiliki kriteria tertentu melalui jajak pendapat.

Kala itu, menurut Mallarangeng, AHY jadi kader Demokrat yang memenangkan poling dan didapuk sebagai Ketum.

“Lalu ada pemilihan (Ketum) lagi, kader Partai Demokrat terbaik ya AHY. Coba bikin kriterianya, paling tidak polingnya lah. Dari semua kader Demokrat dia pollingnya paling tinggi,” tegasnya.

Mengutip Hops.id, Andi Mallarangeng dalam tayangan video itu juga menjelaskan selain hasil poling suara AHY paling tinggi Partai Demokrat juga telah memprediksi bahwa ke depannya khususnya di tahun 2024 bakal terjadi pergeseran gaya kepemimpinan nasional.

“Kita ini butuh lokomotif baru, SBY sudah selesai. Partai Demokrat memperkirakan, memprediksi bahwa tahun 2024 akan ada pergantian kepemimpinan nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, ke depannya anak-anak muda akan tampil sebagai tokoh yang yang memimpin negeri. Oleh sebab itu, belakangan banyak bermunculan tokoh-tokoh pejabat publik yang berasal dari kalangan anak muda.

“Anak-anak muda, orang-orang muda akan tampil memimpin negeri ini, karena itu Demokrat sejak awal sudah mengantisipasi itu untuk melakukan regenerasi,” ujar Mallarangeng.

Lantaran pertimbangan tersebut, lanjut Andi Mallarangeng, maka dipilihlah putra sulung SBY yakni AHY sebagai Ketum Demokrat mewakili generasi muda.

“Kita ingin orang muda yang memimpin Partai Demokrat, yang siap bersaing di tahun 2024. Di antara generasi itu, generasi muda Partai Demokrat siapa yang bisa jadi lokomotif? Mana yang paling bagus di muka publik, yang mendapat elektabilitas tinggi? Ya tentu AHY!,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.