Bantah Pemerintah Gerakkan Elite soal Perpanjangan Masa Jabatan, Faldo: Pekerjaan Pemerintah Terlalu Banyak, Tak Ada Waktu

Terkini.id, Jakarta – Staf Khusus Mensesneg, Faldo Maldini membantah bahwa Pemerintah menggerakkan elite politik terkait wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menegaskan bahwa pekerjaan Pemerintah saat ini sangat banyak dan tidak ada waktu melakukan hal seperti itu.

Sebagaimana diketahui, beberapa Ketua Umum partai koalisi sudah mulai bicara dan menampung aspirasi soal perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Curigai Reshuffle Kabinet Jokowi, Demokrat: Agenda Perpanjangan Masa Jabatan Presiden!

Terkait ini, Faldo Malidini mengatakan bahwa wacana perpanjangan masa jabatan presiden ini hanyalah sebuah aspirasi politik dan pemerintah tak tahu-menahu soal rencana tersebut.

“Deklarasi dukungan merupakan aspirasi dari partai politik. Pemerintah tidak tahu soal rencana tersebut,” kata Faldo Maldini pada Senin, 28 Februari 2022, dilansir dari Detik News.

Baca Juga: Partai Pandu Bangsa Mengajukan Gugatan Terhadap DPR RI, KPU dan...

“Sebagai sebuah aspirasi tentu saja ditampung, sebagaimana pemerintah menampung berbagai masukan yang selama ini diterima dari masyarakat dan semua partai politik. Ini tidak ada kaitannya dengan pemerintah, apalagi dikaitkan dengan transaksi politik. Jadi, jangan sampai diseret-seret,” sambungnya.

Faldo Maldini menekankan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus bangkit dari pandemi Covid-19.

Ia menegaskan, pemerintah fokus memulihkan kesehatan, perekonomian, khususnya membuka lapangan kerja berkualitas sebanyak mungkin.

Baca Juga: Partai Pandu Bangsa Mengajukan Gugatan Terhadap DPR RI, KPU dan...

“Sekali lagi, fokus pemerintah adalah itu, bukan lain-lain,” ujarnya.

Faldo Maldini juga mengatakan bahwa saat ini, presiden sedang total mengawal transformasi besar, Kota Nusantara sebagai upaya perubahan mindset, pembangunan yang menipiskan ketimpangan, transisi menuju energi terbarukan yang berkelanjutan, dan menata ulang kelembagaan yang selama ini menghambat percepatan.

“Kalau ada yang mengaitkan pemerintah dalam memobilisasi deklarasi, menggerakkan elite-elite partai politik, kami tegaskan bahwa pekerjaan pemerintah terlalu banyak, tidak ada waktu,” ujarnya.

Bagikan