Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Geisz Chalifah membantah tudingan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan adalah sosok yang radikal.
Geisz Chalifah menilai bahwa justru di bawah kepemimpinan Anies Baswedan, Jakarta menjadi kota yang paling demokratis.
Ia mengatakan itu sekaligus sebagai dukungan terhadap pernyataan Anies yang menantang para penuding untuk menunjukkan kebijakan mana yang radikal dan Diskriminatif dari Gubernur DKI.
“Jakarta menjadi kota paling demokratis dan dengan integrasi transportasi publik, Jakarta kini banyak memiliki ruang ketiga bertemunya berbagai lapisan masyarakat,” kata Geisz melalui akun Twitter-nya pada Kamis, 15 Oktober 2021.
“Kebijakan pembangunan berorientasi pada keadilan sosial,” sambung Komisaris Utama Ancol tersebut.
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
Adapun dalam video yang dibagikan Geisz Chalifah, Anies mengaku tak mau terlalu merespons orang-orang yang menudingnya radikal.
Anies mengatakan bahwa tudingan itu cukup dijawab dengan berjalannya waktu yang membuktikan kebijakannya.
“Sekarang, bulan ini sudah empat tahun, jawabannya begini: tolong tunjukkan kebijakan mana yang radikal dari Gubernur DKI. Tolong tunjukkan kebijakan mana yang diskriminatif dari Gubernur DKI,” katanya.
Mantan Menteri Pendidikan itu juga menantang untuk menunjukkan kebijakan mana dari Gubernur DKI yang tidak mengayomi semua kalangan.
“Kalau tidak ada,batalkan semua tuduhan-tuduhan itu,” tandas Anies Baswedan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
