Rumah di Bantaran Sungai Jeneberang Mulai Tenggelam, 300 Keluarga Mengungsi

Rumah di Bantaran Sungai Jeneberang Mulai Tenggelam, 300 Keluarga Mengungsi

Muhammad Yunus

Penulis

Terkini.id, Makassar – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Makassar dan sekitarnya mengakibatkan air Sungai Jeneberang meluap. Rumah warga yang berada di bantaran sungai mulai tenggelam.

“Tiga rumah hanyut,” kata Lurah Parangtambung, Mahatir Tamzil, Selasa 22 Januari 2019.

Pemukiman yang terkena dampak luapan air Sungai Jeneberang berada di Kelurahan Mangasa dan Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate.

“Sekitar 300 kepala keluarga menjadi korban,” kata Lurah Tamzil.

Camat ungsikan warga dan bikin dapur umum

Rumah di Bantaran Sungai Jeneberang Mulai Tenggelam, 300 Keluarga Mengungsi

Baca Juga

Camat Tamalate Fahyuddin Yusuf yang mengunjungi lokasi terdampak mengatakan akan segera membangun dapur umum. Untuk warga yang mengungsi.

Sejak pagi para pengungsi belum makan. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendirikan dapur umum, dan menurunkan bantuannya,” ungkap Fahyuddin.

Selain Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Gowa juga meminta bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Membantu warga yang terdampak banjir akibat meluapnya aliran sungai Jeneberang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan tengah bergerak mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

Bupati Gowa Adnan Ichsan YL, sebelumnya menyampaikan kondisi bendungan Bili-bili ditetapkan menjadi waspada, lantaran ketinggian air yang sudah mencapai hingga 101,36 meter.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.