Terkini.id, Jakarta – Pakar ekspresi, Poppy Amalya ikut memberi analisis untuk membantu polisi membongkar sosok pelaku pembunuhan Subang yang menewaskan ibu dan anak.
Menurut analisa Poppy selaku pakar mikro ekspresi, dirinya sudah mencoba menganalisis sejumlah hal hingga akhirnya tertuju pada sosok pelaku pembunuhan Subang tersebut.
Namun, ia mengaku masih membutuhkan bukti tambahan seperti halnya polisi yang masih terus bekerja keras atas kasus ini.
“Polisi sebenarnya sudah yakin banget, seyakin saya soal siapa sebenarnya pelakunya. Tetapi kita tidak bisa menuduh orang tanpa effidence-effidence yang kuat,” ujar Poppy, Senin 13 September 2021 seperti dikutip dari Hops.
Ia pun lantas menyinggung kemampuannya untuk membantu Polisi berkaitan dengan pembacaan ekspresi dan kondisi emosinya ketika memberi keterangan.
- Usai Tiga Bulan Penyelidikan, Pelaku Kasus Pembunuhan Subang Akhirnya Ditemukan
- Buntut Rusak TKP, Pengacara Yosep Desak Polisi Tetapkan Danu Jadi Tersangka
- Soal Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi Periksa 3 Kakak Korban Tuti
- Yosef Kerap Pegang Perut Usai Pembunuhan Subang, Pakar: Diduga Kesakitan Gegara Dihantam Amel
- Handphone Amalia yang Sempat Ditelepon Yosef Dicari Warga, Pembunuhan Subang Bakal Terkuak?
Poppy mengungkap, saat pagi hari di 18 Agustus 2021 atau hari kejadian sudah banyak sekali orang riuh mendatangi TKP.
Padahal, kata Poppy,, kondisi tersebut sangat menyulitkan polisi lantaran TKP menjadi tidak clear untuk membaca sidik jari pelaku.
Berdasarkan hasil analisanya, ia menduga pelaku masih ada di TKP saat pagi harinya ketika polisi dan sejumlah orang sudah ramai di lokasi kejadian.
“Asumsinya, waktu kejadian diduga pelaku ada di situ, karena selang waktu yang pendek sekali. Itu asumsi ya, dan dia melihat kejadian tersebut,” ungkapnya.
Hal itu, menurut Poppy, berdasarkan jejak kronologi dimana pelaku diduga juga sempat membuang barang bukti berupa pakaian korban di tempat pencucian mobil yang berjarak 500 meter dari TKP dengan menggunakan Avanza silver.
Poppy juga menyinggung mengapa ada genangan air dan ember di dekat Alphard, lokasi ditemukannya kedua korban yakni Tuti dan Amel.
Ia pun menduga kuat, genangan air dan ember itu sengaja dipakai pelaku untuk mencuci sidik jari yang menempel di mobil atau di tubuh korban.
“Asal kalian tahu, air itu bisa melunturkan sidik jari, Semisal saya pegang HP, lalu saya lap layar dengan air, maka akan melunturkan sidik jari. Itulah alasannya kenapa korban tidak mengenakan busana, dan barang yang dibuang diasumsikan adalah baju dari korban,” tuturnya.
Lebih lanjut, Poppy mengungkapkan bahwa pelaku diduga memiliki banyak waktu untuk membersihkan jasad korban dari jam 01.00 saat Tuti meninggal sampai pembunuhan kedua terhadap Amel yakni jam 05.00 WIB.
Oleh karena itu, ia percaya bahwa korban pembunuhan Subang itu diseret oleh pelaku ke kamar mandi untuk selanjutnya diseret ke atas mobil Alphard lewat pintu belakang.
“Nah, makanya tak ada sidik jari yang tersisa di tubuh mayat tersebut. Makanya analisa diasumsikan dimandikan di kamar mandi, baru dibawa lewat bagian depan. Sebab sepertinya pelaku sudah tahu kalau pagi akan ramai, makanya ada ceceran darah, lalu pelaku ambil ember untuk dibersihkan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
