Banyak Korban Berjatuhan Saat Demo Mahasiswa, Jokowi Tetap Enggan Cabut UU KPK

Jokowi
Presiden Jokowi. (Foto: Detik)

Terkini.id, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tetap menolak mencabut UU KPK meski telah didemo oleh mahasiswa di seluruh nusantara pada Selasa, 24 September 2019, kemarin.

Jokowi menegaskan tak akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk mencabut UU KPK, kendati aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa telah banyak mengakibatkan korban luka-luka.

Diketahui, aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di berbagai wilayah di Indonesia pada Selasa kemarin, berlangsung ricuh. Alhasil, banyak mahasiswa yang dilarikan ke rumah sakit akibat bentrok dengan aparat keamanan.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan, kalau Presiden menyatakan agar melewati jalur konstitusi.

Menurutnya, masyarakat dan mahasiswa yang menolak UU KPK yang baru saja disahkan itu sebaiknya mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kan sudah saya bilang, sudah Presiden bilang, gunakan mekanisme konstitusional, lewat MK dong. Masa kita main paksa-paksa, sudahlah,” kata Yasonna seperti dilansir dari Okezone, Rabu, 25 September 2019.

Ia pun memastikan bahwa pemerintah akan menghargai upaya konstitusional yang dilakukan elemen mahasiswa dan aktivis yang akan menggugat UU KPK ke MK.

“Kita hargai mekanisme konstitusional kita, kecuali kita tidak menganggap negara ini negara hukum lagi, gitu aja,” ujarnya.

Pemerintah, kata Yasonna, tidak memiliki alasan untuk mengeluarkan Perppu tentang KPK. Apalagi, UU KPK itu baru saja disahkan DPR bersama pemerintah pada 17 September lalu.

“Loh, mana apanya? Barusan disahkan. (Menerbitkan) Perppu alasan apa? Ada mekanisme konstitusional, itu saja,” ujar Yasonna.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan mahasiswa agar tidak mendesak pemerintah menerbitkan Perppu. Sebab, kata Yasonna, langkah mendesak pemerintah mengeluarkan Perppu bisa mendeligitimasi lembaga negara.

“Seolah-olah enggak percaya pada MK. Itulah makanya dibuat MK. Bukan cara begitu (meminta keluarkan Perppu). Itu enggak elegan lah. Kalau menurut saya pakai MK itu saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi telah menanggapi tuntutan mahasiswa di sejumlah daerah di Indonesia terkait pencabutan UU KPK.

Ia menegaskan tak akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk mencabut UU KPK tersebut.

“Enggak ada (penerbitan Perppu),” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dilansir dari Kompas, Senin, 23 September 2019.

Sementara untuk tuntutan mahasiswa terkait sejumlah RUU lainnya seperti RUU KUHP, RUU Minerbam dan RUU Pemasyarakatan, Jokowi menanggapi aspirasi para mahasiswa dengan meminta DPR menunda pengesahan RUU tersebut.

“Untuk kita bisa mendapatkan masukan-masukan, mendapatkan substansi-substansi yang lebih baik, sesuai dengan keinginan masyarakat. Sehingga rancangan UU tersebut saya sampaikan, agar sebaiknya masuk ke nanti, DPR RI (periode) berikutnya,” ujar Jokowi.

Komentar

Rekomendasi

Keluarga Positif Corona yang Viral Usai Main TikTok Dinyatakan Sembuh

Selain Hina Jokowi, Pria Ini Juga Kedapatan Simpan Video Mesum

Anak Meninggal akibat Corona, Satu Keluarga Dikucilkan dan Diusir Tetangga

Viral, ‘RoboCop’ Tetap Semangat Cari Nafkah Rejeki di Lampu Merah Saat Corona

Beredar Video Wanita Terkapar Sambil Kejang-kejang di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta

Semua yang Keluar Rumah Wajib Pakai Masker, Jokowi: Segera Siapkan!

Bukan dari PKS, Ini Wagub DKI Jakarta Terpilih Dampingi Anies Baswedan

Puluhan Dokter Wafat di Tengah Corona, IDI Makassar Minta Kiriman Doa

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar