Banyak Pedagang Merugi, Dewan Minta Jam Malam di Makassar Dihentikan

Terkini.id, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar meminta Pemerintah Kota Makassar menghentikan pembatasan jam malam. Hal itu seiring dengan berakhirnya pembatasan jam malam pada Selasa, 26 Januari 2021. 

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan ini, Ari Ashari Ilham menilai pembatasan yang ada selama ini membuat banyak pedagang merugi, terkhusus mereka yang berjualan di malam hari. 

“Kalau menurut saya, ini dihentikan, tetapi kita lebih mendisiplinkan protokol kesehatan,” kata Ari, Senin, 25 Januari 2021.

Legislator Fraksi Nasdem ini cukup menerapkan protokol kesehatan untuk menggerakkan perekonomian. 

Mungkin Anda menyukai ini:

Namun, kata Ari, bila pemerintah kota tetap memutuskan memperpanjang jam malam, ia meminta tak ada hukum tebang pilih. 

Baca Juga: Dinilai Darurat, Dewan Minta Rekrutmen Tenaga Kontrak Damkar Dibuka Secepatnya

Ari mengamati, saat pemberlakuan jam malam banyak pedagang dan toko yang tetap berjualan hingga tengah malam.

“Saya melihat ini masih banyak yang tidak tutup, saya merasa bahwa kalau mau menerapkan jangan tebang pilih harus diterapkan di semua pengusaha,” tutupnya. 

Kebijakan ini sebelumnya tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443.01/11/S.Edar/Kesbangpol/I/2021 yang diteken Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin pada 12 Januari.

Baca Juga: Danny Pomanto Hilangkan Kebijakan Jam Malam, Ini Penggantinya

Dalam SE tersebut disebutkan bahwa pemberlakuan jam malam merupakan instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian. Hal Ini sebagai upaya mencegah dan menekan penyebaran Covid-19.

Bagikan