Terkini.id, Makassar – Kepala Bappeda Kota Makassar Andi Khadijah Iriani mengatakan, ada banyak kebutuhan masyarakat yang bisa dijangkau dengan dana kelurahan.
Salah satunya pengerukan saluran drainase yang menjadi penyebab terjadinya banjir dan genangan.
Iriani berharap tidak ada lagi alasan untuk tidak menggunakan dana kelurahan secara maksimal. Sebab, pengalokasian dana tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjadikan kelurahan lebih mandiri dalam mengelola anggaran.
“Tahun ini kita harapkan penyerapan dana kelurahan lebih maksimal,” kata Iriani, 5 Februari 2020.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar mengharapkan kelurahan memaksimalkan anggaran tahun 2020.
- Siap-siap! Polresta Beri Sinyal Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pungli Perizinan di Pemkab Gowa
- BOD Safety Walkdown Perkuat Budaya Keselamatan, PLN UID Sulselrabar Resmikan HSSE Control Center
- Mahasiswa KKN Unhas Dampingi 15 UMKM Miliki Identitas Digital melalui Google Maps di Desa Bontomanai
- Pemkab Bulukumba Dukung Aspirasi Pemanfaatan Lahan Eks HGU Lonsum untuk Kepentingan Masyarakat
- 10 Ribu Muslimah Ramaikan Salam Indonesia di Makassar, Wali Kota Soroti Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Ekonomi
Karena dana kelurahan di Kota Makassar pada tahun ini terbilang besar. Totalnya mencapai Rp 452 juta untuk setiap kelurahan.
Dana kelurahan pada 2020 di Makassar bertambah karena ada anggaran dari APBN sebesar Rp 352 juta, dan tambahan APBD sebesar Rp 100 juta per kelurahan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
