Terkini.id,Makassar – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Andi Hadijah Iriani menilai, Musrenbang bertujuan sebagai upaya penajaman program kerja untuk tahun 2020. Pasalnya, Iriani menyebut Makassar belum memiliki RPJP terkait visi-misi walikota terpilih.
“Pilkada serentak 2018 lalu tidak menghasilkan kepala daerah terpilih. Dalam 2 tahun ke depan Pemkot Makassar tidak memiliki dokumen RPJMD yang memuat visi dan misi Wali Kota,” ucap Iriani saat ditemui di Hotel Claro, Senin, 25 Maret 2019.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga belum memiliki Restra sebagai pijakan untuk merumuskan program kegiatan dan pagu indikatif. Terlepas pemerintah kota tidak memiliki wali kota terpilih pada 2020 mendatang, Iriani menegaskan perencanaan dan pembangunan tetap berjalan.
“Proses perencanaan dan pembangunan, nantinya akan berpedoman pada Undang-Undang No 23 Tahun 2014, RPJPD Makassar Tahun 2005-2025,” katanya.
“Selanjutnya Permendagri Nomor 100 Tahun 2018 tentang SPM dan SDGs, serta Permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tentang SPM,” sambungnya.
- Markas PSM Makassar Segera Dibangun, Pemkot Tunggu Hasil Survei Dinas PU
- Tingkat Serapan Anggaran Kota Makassar Triwulan I Masih di Bawah Target
- Prioritas Pemkot Makassar untuk Pembangunan Jalan di Sekitar GOR Stadion Sudiang
- Realisasi APBD Pemkot Makassar Baru Mencapai Rp3,7 Triliun
- Kas Daerah Tersedia, Tapi Realisasi Belanja OPD Pemkot Makassar Triwulan Pertama Masih Kurang Memuaskan
Iriani menyebutkan hal itu sudah sesuai arahan Kemendagri dan Pemerintah Provinsi. Program Pemkot, kata dia, nantinya dapat mendukung visi misi kota Makassar 2005-2025.
“Makassar sebagai kota maritim, niaga, pendidikan, dan budaya, serta jasa yang berorientasi global, berwawasan lingkungan dan paling bersahabat,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
