Baru 4 Hari Bebas, Habib Bahar Ditangkap Lagi Gegara Ceramah Provokasi

Habib Bahar. (viva.co.id)

Terkini.id, Jakarta – Habib Bahar bin Smith yang sebelumnya mendekam di penjara atas kasus penganiayaan anak, dikabarkan kembali ditangkap polisi.

Kali ini, Habib Bahar ditangkap lantaran terkait kegiatan ceramah yang dilakukan olehnya seusai bebas dari penjara. Dalam ceramah itu, isinya bernada provokatif.

Kabar Habib Bahar kembali ditangkap polisi dibagikan oleh akun Twitter DPP Lembaga Informasi Front @dpplif. Habib Bahar dikabarkan ditangkap Selasa 19 Mei 2020 pukul 02.00 WIB dinihari tadi.

Akun Twitter @dpplif pun mengunggah sebuah video singkat saat detik-detik Habib Bahar dijemput oleh aparat kepolisian.

“Breaking news, Jam 02.00 malam ini Habib Bahar bin Smith kembali ditangkap,” kicau @dpplif seperti dikutip terkini.id.

Menarik untuk Anda:

Sementara itu, kuasa hukum Habib Bahar, Ichwan Tuankotta mengungkapkan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) kembali menangkap dan menjeblokan kliennya ke Lapas Gunung Sindur lantaran ceramahnya pada Minggu 17 Mei 2020 malam lalu.

“Alasannya diduga kuat karena ceramah beliau (Bahar) malam Ahad (Minggu 17/5/2020) lalu yang menyinggung penguasa,” kata Aziz kepada Selasa 19 Mei 2020 seperti dikutip dari sindonews.

Ditanya upaya apa ke depan yang dilakukan kuasa hukum untuk Habib Bahar? Aziz mengemukukakan, tim masih mendalami terlebih dahulu terkait alasan penangkapan kembali Bahar dan dugaan pelanggaran yang dilakukannya. “Masih kami dalami terlebih dahulu. Ini tim masih di Gunung Sindur,” ujar Aziz.

Sudah Dapat Peringatan

Sebelumnya, Habib Bahar telah mendapat peringatan dari petugas pemasyarakatan karena langsung kembali berdakwah di pondok pesantrennya, setelah bebas dari penjara karena ikut program asimilasi.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Abdul Aris mengatakan, kegiatan dakwah itu dinilai mengundang massa. Sehingga itu dapat menjadi pelanggaran dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Setelah kejadian itu maka saya perintahkan petugas (pemasyarakatan) untuk menelepon yang bersangkutan. Mengingatkan bahwa bagaimana pencegahan COVID-19 saat masa PSBB, jadi tidak boleh mengumpulkan massa yang banyak,” kata Aris, Senin 18 Mei 2020 dikutip dari suara.com.

Kemudian, kata dia, petugas juga mengingatkan kepada Habib Bahar agar tidak kembali mengulang kegiatan yang mengundang massa. Selain itu, Habib Bahar juga diminta untuk mengimbau para jemaahnya agar turut membantu pencegahan COVID-19.

“Ya melanggar khusus secara administratif, karena PSBB kan tidak boleh mengumpulkan massa. Kami mengingatkan supaya tidak diulang lagi,” kata dia.

Dia juga menyampaikan, apabila Habib Bahar kembali melakukan kegiatan yang dinilai melanggar, maka dapat berpotensi dicabutnya status asimilasi.

“Bisa kami tinjau, apakah dicabut atau gimana (asimilasinya), kalau diingatkan gak denger, ya kan maksudnya sudah berbeda. Kami gak mau juga berlama-lama ngurus hal begitu,” tandasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Update Covid-19 Indonesia per 23 Oktober, Bertambah 4.369 Kasus

Posting Polling, Ustadz Tengku Zulkarnain: Masih Wajibkah Kita Dengar Titah Pemimpin Budeg?

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar