Batal Dihelat Pemkot Makassar, F8 Akhirnya Resmi Dihelat Pihak Swasta

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid bersama para kurator F8 temui Penjabat Walikota Makassar.

Terkini.id,Makassar – Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid telah melayangkan surat kepada kementerian Pariwisata ihwal penjelasan pelaksanaan F8 tidak terlaksana dari pihak pemerintah.

Ia bercerita bahwa isi surat tersebut menjelaskan poin-poin pembatalan F8.

“Pertama, pemasukan APBD kita yang hanya 39 persen, akhirnya banyak disisir anggaran dan adanya kebijakan mengutamakan infrastruktur,” kata dia saat ditemui di Balai Kota Makassar, Selasa, 13 Agustus 2019.

Kendati begitu, Maya sapaanya, mengatakan F8 tidak prioritas. Hanya saja, kata dia, memang ada yang lebih prioritas yang harus dibiayai pemerintah.

“Sehingga Kementerian Pariwisata menyarankan bahwa ini bisa diserahkan kepada pihak swasta untuk diselenggarakan karena untuk masuk Top 10 itu sangat susah,” kata Maya.

Di samping itu, Maya mengaku senang dengan  adanya dukungan dari pemerintah pusat terhadap kegiatan F8. Sehingga, kata dia, pemerintah kota memberi dukungan kepada pihak swasta, khususnya dalam hal persuratan dan lain-lain.

“Jadi F8 tahun ini tetap dilaksanakan, pada tanggal 11,12, sampai 13 Oktober 2019 dan dilaksanakan pihak swasta,” kata dia.

Sofyan Setiawan, Dirut PT Festival Delapan Indonesia mengatakan, dirinya bakal membawa hasil pertemuan tersebut dengan kurator.

“Duduk bareng lagi, kita akan mencoba menggali apa yang kita bisa support,” ungkapnya.

Ia menyebut hal yang paling penting bahwa pemerintah kota menyetujui F8 dialihkan ke pihak swasta.

Dia menambahkan bahwa PT Festival Delapan  kumpulan dari kurator-kurator F8. Kurator tersebut, kata dia, yang menyelenggarakan F8 selama 3 tahun.

Saat ditanya soal konsep F8 tahun ini, ia mengatakan konsentrasi pihakanya bukan hanya satu tempat, di Pantai Losari. Pasalnya, F8 itu untuk Kota Makassar

“Hanya saja memang beberapa keterbatasan sampai pelaksanaan yang ketiga belum bisa kita laksanakan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan telah menawarkan kepada pihak pemerintah kota untuk mempersiapkan destinasinya.

“Jadi mulai dari destinasi wisata kulinernya, destinasi wisata alam, dan destinasi wisata sejarah, sehingga tamu-tamu yang datang dari luar Makassar itu bisa melihat Kota Makassar secara utuh,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini