Terkini.id, Makassar – Inkspektorat Provinsi Sulawesi Selatan tengah melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan akhir masa jabatan Wali Kota Makassar dan Wakil Wali Kota Makassar 2014-2019. Pemeriksaan tersebut menyoroti capaian kinerja RPJMD Kota Makassar.
Pj Wali Kota Makassar M Iqbal S Suhaeb Wali Kota Makassar mengatakan, pemeriksaan tersebut terjadi setiap lima tahun sekali. Ia mengaku data dari hasil exspose sementara menunjukkan masih banyak data-data yang kurang.
“Sehingga kinerja belum maksimal. Saya sudah perintah kepada semua, terutama kepada (SKPD) yang datanya yang masih kurang, ada yang lima tahun, dan ada yang tahun pertama tidak ada,” kata Iqbal saat ditemui di Balai Kota Makassar, Selasa, 18 Juni 2019.
Secara keseluruhan, Iqbal mengatakan terdapat tujuh indikator dan pihaknya baru menyelesaikan 5 indikator. Ia mengatakan telah memberi instruksi dengan target dua hari sudah harus rampung.
“Karena hari ke-3 sudah mau dibuat finalisasinya oleh inspektur provinsi,” kata dia.
- Wali Kota Makassar Serahkan SK kepada 167 PNS Baru, Ingatkan Pentingnya Pengabdian
- Aliyah Mustika Ilham Dukung Program BPJS Kesehatan Masuk Kampus di Unhas
- Harumkan Makassar dan Sulsel, Murid SMP Al Biruni Ikuti Lomba ALOHA Tingkat Dunia di Panama
- PMSM Sulsel Ajak Praktisi HR Bangun Kepemimpinan Berbasis Coaching
- Hari Hemofilia Sedunia 2026, RSUP Wahidin Tekankan Deteksi Dini dan Akses Perawatan
Oleh sebab data belum lengkap, Iqbal menyebut hasil pemeriksaan sementara masih di bawah 80 persen. Ia berharap dalam satu-dua hari ke depan sudah bisa mendekati seratus persen.
Terkait sangsi terhadap SKPD yang tidak memenuhi, iqbal melontarkan pernyataan bahwa hal tersebut tentu akan mempengaruhi kinerja.
“Kalau datanya tidak lengkap berarti kinerjanya tidak bagus,” terangnya.
Kepala Inspektorat Kota Makassar: Pemkot perlu melakukan perbaikan terkait 3 indikator
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menyebut pemerintah kota perlu melakukan perbaikan terkait 3 (tiga) indikator, yakni kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, dan pelayanan umum.
“Dari ke 3 indikator ini masih perlu dilakukan perbaikan itu daya saing daerah, jadi sebenarnya nilainya ini kenapa dia agak rendah bukan karna nilainya rendah tapi karna data di beberapa SKPD belum masuk,” paparnya.
Ia berharap setelah melakukan perbaikan data-data, prsentasi SKPD bisa mencapai 95 persen.
“Jadi belum bisa dihitung seluruhnya. Kami juga ekspos penguasaan sementara belum final, minggu depan akan finalisasi, kita liat capaian akhirnya di situ,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
