Batara Bakery, Produk UKM dari Malili yang Pakai Bahan Baku Lokal

Terkini.id, Makassar – Sebagai produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Batara Bakery memegang prinsip penting untuk memberdayakan produk-produk lokal.

Dwi Nurhayati, Owner Batara Bakery mengaku mengembangkan usahanya demi mensejahterakan petani di daerahnya.

“Saya bertahan dengan usaha ini untuk membawa banyak harapan orang yang bercita-cita sukses dengan usaha kecilnya sehingga bisa terbantu oleh saya,” terang dia.

Dwi Nurhayati menjual berbagai produk penganan olahan, mulai dari kue bolu, kue kering, nastar, brownies dan dijual ke sejumlah toko oleh-oleh termasuk di Makassar.

Batara Bakery menjadi salah satu peserta yang membuka tenant dalam event Pucuk Coolinary Festival di Pelataran Mal Pipo, 2-3 November 2019.

Dia menjelaskan, saat ini kendalanya dalam memasarkan produk adalah pendistribusian produk. Hal ini karena lokasi produksi jauh yakni di Malili.

“Otomatis ada pengeluaran modal untuk angkutan jalan sedangkan harga jual tidak berubah,” katanya.

Oleh karena itu, dia sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan tambang PT Vale untuk membantu mendistribusikan produknya ke Kota Makassar.

“Karena kita sudah menjadi UKM binaan PT Vale. Kita tergabung dalam Asosiasi UKM Mutiara Timur) yang berafiliasi di bawah PT Vale,” jelas alumni Teknik Elektro UMI angkatan 2016 tersebut.

Dia menyebutkan, penganan yang dijual Batara Bakery selain dipasarkan lewat media sosial, juga dilakukan dengan menitipkan ke toko oleh-oleh khas daerah.

“Modelnya dengan pembagian titip jual. Jadi toko itu jadi reseller saya. Dapat 15 persen dari harga jual saya. Saya diskon 15%, jadi dia wajib mengikuti harga jual yang diberlakukan,” katanya.

Bahan Baku dari Hasil Pertanian Lokal

Sejumlah produknya menggunakan bahan baku dari hasil pertanian di daerahnya. “Saya juga selalu membeli dengan harga normal meskipun harga lagi anjlok. Tujuannya untuk meberdayakan petani juga untuk terus memotivasi para petani untuk tetap semangat meskipun harga lagi turun drastis,” katanya.

Perempuan yang menyelesaikan pendidikan menengahnya di Malili ini mengaku mendapat kebahagiaan tersendiri karena bisa mempekerjakan orang-orang.

“Yah udah jadi bos kecil kecilan lah, sekecil apapun usaha mu yah kamu adalah bos nya, setinggi apa jabatanmu di tempat kerjamu kamu tetap anak buah, saya sangat bersyukur mampu mengangkat komunitas lokal karena itu sudah menjadi visi misi hidup saya memberdayakan ukm ukm dan membantu para petani petani di kampung saya,” ceritanya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini