Batara Bakery, UKM yang Memperkenalkan Produk Lokal Asal Malili

Batara Bakery
Batara Bakery di Pucuk Coolinary Festival 2019

Terkini.id, Makassar — Akhir pekan kemarin (2-3 November 2019) telah diselenggarakan Pucuk Coolinary Festival “Temukan Rasa Favoritmu”, di Lapangan Parkir PIPO Makassar.

Pucuk Coolinary Festival 2019 sukses dengan kemeriahan 3 zona rasa (Gurih, Pedas, Manis), serta kedatangan 180 ribu pengunjung yang hadir dalam 2 hari event tersebut diadakan.

Ratusan tenant meramaikan Pucuk Coolinary Festival, berbagai macam produk UKM khas Sulawesi yang hadir mengikuti festival makanan dan jajanan khas dari Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan.

Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar (Evi Aprialty), saat pembukaan Pucuk Coolinary Festival pekan lalu, bahwa saat ini ada 15 ribu UKM binaan pemerintah kota dan banyak di antaranya telah menembus pasar ekspor.

Tenant Pucuk Coolinary Festival 2019
Tenant Pucuk Coolinary Festival 2019

Selain kuliner populer yang ada di kota Makassar, ada juga kuliner atau jajanan khas UKM dari kota lain yang ada di Sulawesi, salah satunya kota Malili, Luwu Timur.

Batara Bakery merupakan produk jajanan kue dan sejenis roti produk lokal Malili, yang mengikuti event Pucuk Coolinary Festival di Makassar.

Namun Batara Bakery tidak hanya menjual satu produk saja, seperti yang diungkapkan owner-nya, Dwi Nurhayati.

“Saya mengikuti event ini tidak hanya untuk memperkenalkan Batara Bakery, tapi juga produk-produk hasil buatan UKM kecil berbasis kue tradisional asal daerah saya, Malili, Luwu Timur”, jawabnya saat ditemui di stand Batara Bakery.

Batara Bakery
Batara Bakery, di event Pucuk Coolinary Festival

Dwi juga mengungkapkan bahwa seluruh bahan baku yang diolah merupakan hasil tani yang langsung diambil dari petani di Malili.

“Kami membeli seluruh bahan baku dari petani dengan harga normal, meskipun harga lagi anjlok. Tujuannya agar petani tetap diberdayakan dan terus termotivasi.”, ungkapnya.

Hanya saja menurutnya yang menjadi kendala yaitu proses mendistribusikan barang, karena jarak dari Malili cukup jauh ke Makassar.

“Karena faktor jarak tersebut mengakibatkan hitungan modal yang meningkat, sedangkan harga jualnya tidak berubah. Kami ingin agar harga yang dijual di Makassar sama dengan harga jualnya ketika orang beli langsung di Malili”, tambahnya.

Untuk saat ini pemasaran produk-produk tersebut dilakukan secara online melalui sosial media dan tersedia di toko oleh-oleh khas daerah, yang ada di kota Makassar.

 

Berita Terkait
Komentar
Terkini