Baznas Bulukumba Keluhkan Mahalnya Biaya Sertifikasi Halal

Baznas Bulukumba
Baznas Bulukumba Keluhkan Mahalnya Biaya Sertifikasi Halal

Terkini.id, Bulukumba – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bulukumba Yusuf Shandy mendorong para mustahik (penerima manfaat zakat) menjadi muzakki (Orang yang wajib berzakat). Setelah sebelumnya melaunching pengadaan Pusat Oleh-oleh Tanjung Bira.

Dia mengatakan hendak membantu warga dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bulukumba mempromosikan produk-produk karya kreatifitas warga.

“Kita bersyukur di Bulukumba banyak orang kreatif, termasuk dalam membuat makanan dan kue olahan berbasis potensi lokal. Sehingga mereka perlu dibantu untuk memasarkannya, sehingga produktivitas mereka bisa berkesinambungan,” ujarnya dalam wawancara tertulis dengan terkini.id, Sabtu 2 Maret 2019.

Yusuf menuturkan telah memberi modal usaha, alat usaha dan pekerjaan bagi keluarga miskin. Juga  beberapa pelatihan sepanjang tahun 2018.

Ke depan, dia juga tetap akan melanjutkan programnya melalui pendidikan, pelatihan dan pendampingan.

Baznas data produk lokal warga Bulukumba yang belum berlabel halal

Selain itu, dia berupaya mendata produk-produk warga Bulukumba yang belum mendapatkan label halal untuk diajukan ke BPOM MUI. Sehingga, kata dia, dapat menembus pasar lokal, nasional dan internasional.

“Baznas RI, Baznas Provinsi, dan Baznas Kabupaten/kota memiliki lima program kerja, masing-masing di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan. Apa yang saya lakukan selama ini tidak keluar dari lima bidang tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Yusuf, Di bidang pendidikan, kami berikan beasiswa, bantuan pendidikan, dan pelatihan-pelatihan keterampilan.

“Di bidang kesehatan, puluhan orang telah kita berikan bantuan untuk pengobatan dan fasilitasi sampai ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Sementara di bidang dakwah, ratusan orang telah diberikan pelatihan dakwah, pelatihan khatib dan imam, pun pemberian bantuan bagi lembaga-lembaga dakwah dan pendidikan yang intens melakukan kerja-kerja pembinaan ummat di akar rumput.

“Untuk bidang kemanusiaan, alhamdulillah ratusan orang telah kita bantu untuk bangkit kembali setelah mengalami dampak bencana, seperti bencana kebakaran, angin puting beliung, dan lainnya. Pada tahun 2018 lalu, kita telah bantu delapan keluarga miskin untuk membangun Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU),” katanya.

Adapaun di bidang ekonomi, telah difasilitasi puluhan keluarga miskin untuk menjadi “Mustahik Pengusaha” melalui program pemberdayaan ekonomi mustahik dengan memberikan modal dan alat usaha.

Baznas keluhkan mahalnya biaya sertifikasi halal

Ketika ditanya soal tantangan ke depan, Yusuf Mansur mengeluhkan biaya sertifikasi halal yang mahal, berkisar 5,8 juta rupiah perlembaga.

Selain itu, Direktur Econatural Sociaty Ardiansyah sekaligus mitra kerja Baznas Bulukumba dalam menyiapkan Pusat Oleh-Oleh di Bira kemarin mengatakan selama ini fokus melakukan pemberdayaan untuk membantu orang miskin sehingga bisa mandiri.

Ardiansyah mengatakan tidak sulit untuk bermitra dengan Econatural Sociaty selama memiliki visi yang sama untuk memajukan orang miskin.

“Selama ini, kami melihat potensi lokal di setiap daerah, seperti pertanian, peternakan, pertanian, dan pelestarian lingkungan yang pada intinya mengeduksi masyarakat,” pungkasnya.

Ketika ditanya bagaimana Econatural mampu bertahan selama ini, Ardiansyah memberi pernyataan.

“Kami bisa bertahan karena adanya rasa kepekaan dan kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan. Selain itu kami berprinsip, sebaik-baik manuasia adalah manusia yang bermanfaat. Semakin banyak orang yang kami bantu maka di situ letak kebahagiaan, Itu yangg kami pegang sehingga bisa bertahan,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Perkaya Konten Layanan Premium, XL Gandeng Vidio

Terkini.id,Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus melanjutkan pengembangan bisnis layanan fixed broadband/fiber broadband “XL Home”. Salah satunya dengan memperkaya konten layanan premium