Terkini.id – Banyak realita menyorot kurang baiknya kinerja atau citra parlemen yang buruk menjadikan masyarakat enggan untuk peduli terhadap lembaga legislatif.
Meski begitu, dari data partisipasi yang telah dihimpun oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan bahwa 75,11 persen masyarakat bersuara sementara 24,89 persen memilih diam dalam pemilu legislatif 2014.
Angka ini bisa dibilang cukup baik mengingat menjamurnya kaum apatis atau golongan putih terhadap pesta demokrasi.
Meski begitu, stabilitas hak suara tersebut perlu dijaga bahkan dinaikkan khususnya oleh kaum millenials.
Mereka harus memiliki kesadaran dari sekarang sebab data dari media online menyebutkan bahwa Indonesia akan memiliki bonus demografi di mana akan didominasi kelompok usia produktif yaitu rasio ketergantungan terendah 44 persen, yang akan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi.
Mahfud MD mengatakan, jika aspirasi Anda ingin disalurkan, maka pilihlah yang sesuai. Sebab Pemilu akan menentukan kebijakan negara baik itu di Legislatif maupun Eksekutif.
“Nanti aspirasi tersebut bisa dijawab oleh pengelola negara dan pemerintah. Anak muda pun juga tidak bisa menolak dan mengelak jika kelak mereka yang akan memimpin bangsa ini. Pergunakan hak suara dan jangan golput,” kata Mahfud.
Mahfud bersama gerakan ‘We The Youth’ mengajak kaum muda Indonesia untuk menggunakan hak suaranya lewat kampanye 100% Indonesia Nyoblos, tidak hanya di Pemilu Presiden tapi juga Pemilu Legislatif.
Mengapa penting? Ini alasannya:
#1
Tahukah bahwa potongan pajak penghasilan yang kamu bayarkan digunakan untuk menggaji mereka? Tidak hanya itu, tapi juga merawat rumah dinas, biaya transportasi, membayar staf dan lain sebagainya.
#2
Bila kekhawatiranmu ialah sebagian besar anggota dewan terlibat korupsi, hak suaramu berguna untuk memilih kandidat Dewan Perwakilan yang punya komitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi.
Langkahmu ini juga secara otomatis dapat membantu pertumbuhan ekonomi negara lewat pengurangan angka korupsi.
#3
Selain Undang-Undang, parlemen memiliki wewenang untuk memutuskan anggaran negara bersama pemerintah, mengawasi lembaga eksekutif serta memilih posisi-posisi kepemimpinan strategis.
Oleh sebab itu kamu perlu menentukan orang berkompeten guna mengambil keputusan penting yang menyangkut keberlangsungan negara seperti ini.
Ingat bahwa kamu yang memberi para dewan ini penghasilan, karena itu kamu memiliki hak mendapatkan kinerja optimal dengan memilih dewan yang diyakini pantas secara ilmu pengetahuan serta rekam jejak karirnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
