Terkini, Jeneponto – Almarhum Rusli yang merupakan korban penembakan TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya di Paniai, Papua Tengah baru sebulan meninggalkan kampung halamannya untuk mencari nafkah di tanah Papua.
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang keluarganya yang dikonfirmasi Terkini, Rabu, 12 Juni 2024 lewat pesan whatsappnya.
“Awalnya dia bolak-balik, baru sebulan yang lalu dia tinggalkan kediamannya untuk merantau ke Paniai, karena pendapatnya du Makassar sebagai sopir mobil online tidak memadai sehingga dia merantau ke Paniai,” Kata sepupu korban, Diana.
Menurutnya, almarhum kesana mengikuti sejumlah keluarganya yang terlebih dahulu merantau ke Paniai Papua.
“Dia ke Paniai karena sudah banyak ke keluarga yang tinggal disana, sesuai informasi dia ditembak karena dikira oknum Polisi yang menyamar sebagai sopir,” jelas Diana.
- Rayakan 40 Tahun Kebersamaan, SMADA 86 Juara Fashion Karnaval TSN II
- Kenaikan Biaya Umrah 2026 Seperti Tsunami: Harga Naik Drastis Jelang Keberangkatan Juli-Agustus
- BCA Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data Nasabah, Imbau Waspada Modus Penipuan
- Paripurna Hak Angket DPRD Gowa Digelar Senin 25 Mei, Dukungan 40 Legislator Menguat
- Reses Ketiga, Anggota DPRD Makassar Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Warga Kecamatan Makassar
Menurutnya, jenazah korban akan di makamkan di Dusun Alluloe, Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
“Jenazah akan berangkat dari Paniai, Nabire transit di Timika dan lanjut ke Makassar, Insya Allah di makamkan di Dusun Alluloe, Desa Bulusibatang,” jelasnya.
Sementara sesuai siaran pers Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM, yang disiarkan langsung juru Bicara Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan, Pimpinan Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM telah menerima laporan langsung dari Brigadir Jenderal Undius Kogoya sebagai Panglima Daerah TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya.
“Pimpinan Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM telah menerima laporan langsung dari Brigadir Jenderal Undius Kogoya sebagai Panglima Daerah TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya bahwa pasukannya dan pasukan TPNPB-OPM di Wilayah Paniai telah menembak mati salah satu anggota militer Indonesia yang berprofesi sebagai Intelijen dan melaksanakan tugasnya dengan cara menyamar sebagai sopir taksi di Wilayah Paniai,” kata Sebby Sambom dalam siaran persnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
