Begini Pengakuan Pelaku yang Tega Perkosa Anak SD di Jeneponto

Terkini.id,Jeneponto – Pelaku asusila di Desa Kassi Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto, Senin, 28 Oktober 2019, Ramli Daeng Romo’ kini diamankan di Polres Jeneponto.

Ramli diamankan di Polres Jeneponto setelah menyerahkan diri ke pihak kepolisian, setelah empat hari  masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Di depan Polisi, Ramli Daeng Romo’ mengakui perbuatan biadabnya terhadap siswa kelas VI salah satu SD di Kecamatan Rumbia Jeneponto.

“Saya khilaf pak,” kata Ramli Kanit PPA Polres Jeneponto, Ipda Uji Mughni.

Mungkin Anda menyukai ini:

Dia pun mengakui, menjemput anak usia 11 tahun itu dengan alasan akan tampil lagi di pentas seni dalam rangka Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di SMP dan SMA Sanur Rumbia.

Baca Juga: Terungkap! Dua Polisi dan TNI Ini Jual Senjata Api kepada...

“Saya jemput di rumahnya, saat itu ada neneknya, dia diizinkan oleh neneknya, karena alasan saya mau tampil lagi tari-tarian di SMA Sanur,” ngakunya.

Kepada polisi, Ramli juga mengakui langsung membawa korban ke Jalan Tani dekat jembatan di kampung Junggea Desa Kassi Rumbia.

“Sampai di tempat itu saya dorong, sehingga dia jatuh, saya langsung tarik celananya, dia berteriak, tapi saya ancam dan memperkosa dia,” ungkap Ramli.

Baca Juga: Dispora Makassar Lolos Jeratan Hukum Usai Kembalikan Kerugian Negara, ACC:...

Setelah memperkosa, Ramli mengaku mengancam akan membunuh korban jika memberitahu kepada orang tuanya atau orang orang lain.

“Iya pak, saya ancam akan membunuh dia kalau dia cerita orang dan beritahu orang tuanya. Saya sendiri yang antar pulang, saya turunkan di depan lorong masuk rumahnya,” pungkasnya.

Perbuatan biadab itu dilakukan Ramli karena pengaruh minuman keras.

“Saya tidak sadar melakukan pemerkosaan karena saya habis minum bir dan topi miring,” ngakunya.

Ramli pun mengaku melarikan diri ke kampung Palambuta Desa Bululoe Kecamatan Turatea.

“Saya bersembunyi di kampung Palambuta, baru saya melarikan diri ke Kabupaten Gowa di rumahnya om,” jelas Ramli.

Ramli menyerahkan diri ke pihak kepolisian karena takut dihakimi massa Keluarga korban.

“Saya menyerahkan diri karena takut dibunuh massa,” ujarnya.

Bagikan