Bejat, Empat Pria Ini Ditangkap karena Memperkosa Anak Kandung dan Keponakannya

Terkini.id, Jakarta – Dua peristiwa memiriskan tentang pemerkosaan terjadi dalam sepekan terakhir.

Peristiwa pertama terjadi di Banjar Baru. Seorang anak perempuan di bawah umur disetubuhi ayah kandung dan pamannya sendiri. Peristiwa itu terungkap pada 7 Oktober 2019 lalu.

Sementara, di Cianjur, seorang gadis diculik paman sendiri, lalu diperkosa oleh paman tersebut bersama dua rekannya lalu dijual. Peristiwa itu dibeberkan pihak Polres Cianjur pada Senin 7 Oktober 2019 lalu.

Ayah dan Paman Setubuhi Putri Kandung hingga Hamil

Seorang Ayah Kandung berinisial S (50) tega menyetubuhi anak perempuannya sendiri yang masih di bawah umur.

Mawar (bukan nama asli) bahkan sampai hamil akibat ulah ayahnya di daerah Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Diketahui, rupanya bukan cuma ayahnya yang pernah menyetubuhi gadis malang tesebut. Melainkan, paman serta teman ayah kandungnya dengan inisial M (57).

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, S.I.K., M.H melalui Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah, S.I.K membenarkan kasus tersebut.

“Korban sudah tidak tahan lagi atas kelakuan ayahnya, yang terus memukuli ketika menolak bersetubuh. Akhirnya lari dari rumah dan menemui Wakar serta Ketua RT setempat. Kemudian, korban dibawa untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banjarbaru,” ujarnya.

Polisi pun mengamankan pelaku pada Minggu 6 Oktober 2019. “Pelaku dikenakan undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Di mana untuk pelaku yang merupakan ayah kandung korban diancam dengan hukuman maksimal 20 Tahun Penjara, sementara teman dari ayah korban yang juga menyetubuhi korban diancam dengan hukuman maksimal 15 Tahun Penjara,” papar dia.

Kejadian itu berawal sejak tahun 2017. Saat itu, Mawar masih berusia 16 tahun, diambil dari Ibu kandungnya untuk diasuh. Sebab, sebelumnya orang tuanya sudah bercerai.

Saat disetubuhi, ayah kandungnya berinisial S (50) mengetahui jika mawar tidak perawan lagi. Kemudian, menanyakan langsung. Diakui, mawar semasa masih kecil tinggal di Jawa Timur pernah disetubuhi pamannya.

Bukannya marah, Si Ayah malah mengancam si Mawar jika tidak melayani nafsu bejat ayah kandungnya itu akan dia ceritakan apa yang dialaminya dengan pamannya kepada semua keluarga.

Akibat dari persetubuhan tersebut, Mawar pun hamil. Ayah kandungnya yang mengetahui kehamilannya itu kemudian meminta Mawar untuk segera mencari pacar agar ada yang bertanggungjawab terhadap si calon bayi tersebut. Dikarenakan Mawar tidak memiliki pacar, ayahnya merayu temannya yang berinisial M (57).

Teman Ayah Korban, yakni M (57) juga Menyetubuhi Mawar. Sempat disetubuhi sebanyak dua kali oleh teman ayahnya itu, dan belum sempat meminta pertanggungjawaban dirinya mengalami keguguran.

Gadis Cianjur Diculik dan Diperkosa Pamannya Bersama Dua Pria

Sementara itu, Al (17), gadis asal Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diculik dan diperkosa tiga pria.

Awalnya, Al diculik oleh pelaku berinisial JR (54) dari rumah nenek korban di daerah Kecamatan Cibinong, Cianjur, Kamis 3 Oktober 2019 dini hari.

AI kemudian disekap di rumah JR di Gang Harapan, Kelurahan Sayang, Cianjur.

AI dibawa dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah dibekap pelaku hingga pingsan saat tengah tertidur lelap di kamar.

Selama empat hari disekap, korban mengalami kekerasan seksual. Tak hanya oleh JR, korban juga diperkosa secara bergiliran oleh teman pelaku, AH (44) dan Ed.

Diketahui ternyata salah satu pelaku, yakni AH merupakan paman korban.

JR dan AH telah ditangkap polisi, sedangkan pelaku Ed masih buron.

Wakapolres Cianjur Kompol Jaka Mulyana mengungkapkan, setiap melakukan perbuatannya, pelaku JR mengancam korban dengan pisau.

“Korban tidak berdaya karena di bawah ancaman. Diancam akan dibunuh oleh pelaku jika menolak,” kata Jaka saat konferensi pers di halaman Mapolres Cianjur, Senin 7 Oktober 2019 lalu.

Selama dalam penyekapan tersebut, korban sempat dibawa JR ke Jakarta untuk dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga, sekaligus untuk menghilangkan jejak perbuatan bejatnya itu.

“Namun, dikembalikan oleh calon majikannya di Jakarta karena korban seperti orang tidak waras, linglung,” ucap dia.

Oleh JR, korban lantas dibawa kembali ke Cianjur. Sesampainya di rumah pelaku, Minggu 6 Oktober 2019 dini hari, korban diminta kembali melayani nafsu bejatnya.

Namun, korban menolak dan saat ada kesempatan korban melarikan diri.

“Saat itu ada petugas kita yang sedang patroli rutin tak jauh dari rumah pelaku. Korban kemudian memberhentikan kendaraan petugas hingga akhirnya kasus ini terungkap,” ujar Jaka.

Atas perbuatannya tersebut, ketiga pelaku yang ditangkap dijerat pasal berlapis, Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak serta Pasal 332 KUHPidana.

Ancaman hukuman penjara 5 hingga 15 tahun dan denda sebesar Rp 5 miliar.

Berita Terkait
Komentar
Terkini