Beli Hewan Kurban? Ini Imbauan Pemkot Makasar

Pemkot Makassar
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Makassar Andi Herliyani

Terkini.id, Makassar – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Makassar Andi Herliyani mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli hewan kurban baik sapi ataupun kambing jelang Idul Adha, guna menghindari pembelian hewan berpenyakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari tim pemeriksa kelayakan hewan kurban, ia menerangkan bahwa terdapat ratusan ternak yang tidak layak kurban.

“Sampai H-3 Idul Adha, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 4.098 populasi, hewan yang sudah layak konsumsi sebesar 3.326 dan kami sudah mengeluarkan kartunya, dan tidak hewan tidak layak itu 785,” kata Herliyani saat ditemui di Kafe Iconik, Jalan Amanagappa, Kamis, 8 Agustus 2019.

Dia menerangkan alasan hewan disebut tidak layak kurban berdasarkan temuan langsung di lapangan.

Mereka yang bertugas menjadi Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban, antara lain, dari tim peneliti Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan dari Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar.

“Terkait umur dari hewan (sapi)tersebut (masih muda), selain itu ada cacat fisik seperti katarak, cacat di telinga, dan bagian tubuh lainnya,” ujarnya.

Menyoal penyakit hewan, Herliyani menjelaskan timnya tengah mengambil sampel darah untuk kemudian diidentifikasi di laboratorium ihwal memastikan apakah ada penyakit tertentu yang berbahaya bagi manusia.

“Sampai saat ini belum ada temuan dari Tim pemeriksa, seperti penyakit antraks dan penyakit berbahaya lainnya,” ungkapnya.

Sementara pemerikasan terhadap kambing, dia mengemukakan yang sudah terperikasa itu sebanyak 256. Dari jumlah itu yang layak sebesar 175, sementara 88 tidak layak.

Herliyani mengatakan timnya bakal terus melakukan pemeriksaan samapai H-1 Idul Adha.

“Setiap hewan kurban yang telah lolos pemeriksaan akan diberi label sehat dengan stiker berwarna kuning dibagian tubuhnya,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa pengawasan dan pemeriksaan memang dilakukan secara ketat mengingat banyak hewan kurban dari luar daerah.

“Hewan dari luar banyak datang dari Bone, Sinjai, dan Wajo. Sebelum masuk ke Kota Makassar akan diperiksa surat keterangan asal hewan dan surat keterangan sehat,” ujar dia.

Lantas, kata dia, mencocokkan dengan kondisi fisik yang faktual, seperti perawakan, usia hewan, dan apakah hewan tersebut cacat.

Pihaknya juga memastikan ketersediaan hewan kurban di Kota Makassar aman.

“Kami sarankan belilah produk-produk (hewan kurban) yang sudah memiliki surat kelayakan kurban berwarna hijau dengan stiker kuning di tubuh hewan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, menanyakan asal hewan kepada pedagang sangat disarankan, guna menghindari adanya peredaran hewan kurban yang digembalakan dari area tempat pembuangan akhir.

Selain kandungan timbal, pada daging sapi pemakan sampah juga terdapat bakteri ecoli dan cacing yang sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.

“Memastikan hewan kurban yang diperdagangkan di wilayah tersebut dalam kondisi sehat dan layak potong,” urainya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini