Bencana di Indonesia di Tahun 2021 Angkanya Lebih Rendah Dibanding 2020, Segini Nilainya

Terkini.id, Jakarta – Rentetan fenomena alam terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2021. Beberapa di antaranya berupa bencana dan menyebabkan korban jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat selama 2021 Indonesia 3.092 bencana. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2020.

Sejumlah bencana alam di Indonesia, di antaranya juga disebut merupakan dampak dari adanya perubahan iklim, akibat tingginya emisi karbon yang dihasilkan oleh manusia.

Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, 8 Kecamatan di Garut Terendam Banjir

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan mengatakan jumlah kejadian bencana yang sebelumnya sebanyak 4.649 bencana, menjadi 3.092 bencana di tahun 2021.

“Itu alhamdulillah turun. 4.649 di tahun 2020, menjadi 3.092 tahun 2021,” ujar Lilik dalam Konferensi Pres Kaleidoskop Bencana 2021 yang disiarkan dari Youtube BNPB, Jumat 31 Desember 2021.

Baca Juga: Daftar 14 Kecamatan di Jakarta yang Terdampak Banjir per 16...

Lilik Kurniawan menuturkan secara statistik, terjadi penurunan jumlah kejadian bencana tahun 2021 yakni sebanyak 33,5 persen.

Lanjut Lilik, bencana yang paling dominan selama tahun 2021 yakni bencana hidrometeorologi basah. Yakni banjir, cuaca ekstrim dan tanah longsor.

Dari jumlah bencana tersebut, Lilik menyebut bencana banjir yang paling banyak terjadi di tahun 2021. Totalnya yakni 1.298 bencana banjir dari total 3.092 bencana.

Baca Juga: Daftar 14 Kecamatan di Jakarta yang Terdampak Banjir per 16...

Lilik juga memaparkan beberapa bencana alam dan non alam yang disorot sepanjang 2021. Berikut ini kaleidoskop bencana 2021 berdasarkan catatan BNPB:

Pada Januari, terjadi bencana di Tanah Air yang diawali kejadian tanah longsor di Sumedang, Jawa Barat. Paada bulan selanjutnya, terjadi tanah longsor di Nganjuk dan Pamekasan. Kemudian, pada Maret terjadi bencana banjir bandang di Sulawesi Tengah. Pada April, terjadi gempa bumi di Jawa Timur dan bencana siklon seroja di Nusa Tenggara.

Kemudian pada bulan Mei, terjadi gempa bumi di Blitar, Jawa Timur. Pada Juni, ada gempa bumi di Maluku Tengah. Pada Juli, terjadi kenaikan kasus Covid – 19 tertinggi di Indonesia. Pada Agustus, banjir di Katingan, Kalimantan Tengah. Pada September, terjadi longsor di Samarinda dan Pariaman. Sementara pada Oktober ada gempa di Bali, longsor di Deli Serdang dan banjir di Sintang. Pada November, terjadi cuaca ekstrim di Tana Toraja, banjir hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Lalu pada Desember, muncul bencana yang mencolok, yaitu adanya awan panas guguran di Gunung Semeru, banjir di lombok NTB dan gempa di Flores.

 

Bagikan