Terkini.id, Jakarta – Hidayat Nur Wahid Wakil Ketua MPR RI bertentangan dengan berkibarnya bendera LGBT di Kedubes Inggris. Ia merasa bahwa Pancasila perlu disosialisasikan, Minggu 22 Mei 2022.
Ketika Hidayat Nur Wahid bertemu dengan keluarga besar Pimpinan Wilayah (PW) pada kegiatan kerjasama MPR RI dengan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Le Beringin, Salatiga, Sabtu 21 Mei 2022, sedikit menyinggung tentang bendera LGBT yang berkibar di Kedubes Inggris, seperti yang dikutip dari detiknews.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan LGBT bertentangan dengan Pancasila dan masih sangat perlu untuk disosialisasikan.
“Sila pertama dasar dan ideologi negara adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Inilah kesepakatan para pendiri bangsa. Pertanyaannya, agama mana yang mentolerir LGBT, pasangan yang mencintai sesama jenisnya. Mereka ini harus diingatkan, bahwa LGBT bertentangan dengan Pancasila. Dan inilah buktinya bahwa Pancasila masih sangat perlu disosialisasikan,” pungkasnya.
Ia juga mengatakan bahwa Pancasila tidak boleh diubah dan kesepakatan para pendiri bangsa sudah final.
- Menko Polhukam Mahfud MD: Orang LGBT Itu Diciptakan Tuhan, yang Dilarang..
- Soal Viral Video 'LBGT', Gubernur Sulsel Minta Pihak Kampus Tindak Tegas
- Eks Kuasa Hukum Bharada E Sebut Ferdy Sambo Seorang Psikopat: Sudah Kita Deteksi Lama!
- Soal Isu LGBT, Pengacara Brigadir J: Itu Fitnah, Itu Hoaks
- Sambut Tahun Baru Islam, Ratusan Warga Tanah Abang Serukan Penolakan LGBT di Citayam Fashion Week
“Kesepakatan para pendiri bangsa tentang Pancasila dan UUD NRI 1945 sudah final. Bahkan, saat UUD diamandemen pada era reformasi, dinyatakan bahwa pembukaan UUD yang di dalamnya ada teks Pancasila tidak boleh diubah. Selain pembukaan, bentuk negara NKRI juga sudah final tidak boleh mengalami perubahan,” ujarnya.
Hidayat Nur Wahid juga mengucapkan bahwa orang-orang yang merasa Islamophobia dan Indonesiaphobia harus memperdalam kembali sejarah.
“Munculnya kasus Islamophobia maupun Indonesiaphobia, juga upaya memisahkan antara Islam dari Indonesia adalah bukti penguasaan sejarah yang masih dangkal. Mereka harus mau memperdalam pelajaran sejarah bangsanya,” bebernya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
