Makassar Terkini
Masuk

Benny Mamoto Mengaku Dibully, Akun PartaiSocmed Sebut Lembaga Pengawas Kok Jadi Jubir Polri

Terkini.id, Jakarta- Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto mengaku dibully atas pernyataannya terkait kasus kematian Brigadir J

Benny Mamoto saat ini tengah menjadi sorotan publik dan diperbincangkan publik, bahkan di media sosial terkait pernyataannya mengenai kasus kematian Brigadir J

Salah satunya warganet bernama akun @PartaiSocmed turut mengomentari pengakuan Benny Mamoto yang dibully. 

Akun PartaiSocmed berkomentar melalui akun Twitternya yang diunggah pada Rabu 10 Agustus 2022. 

Menanggapi pengakuan Benny Mamoto yang dibullu, akun PartaiSocmed menyebutnya dengan “Botol”. 

Akun PartaiSocmed pun mempertanyakan Benny Mamoto dengan menyebut lembaga pengawas menjadi Jubir Polri

“Ya BOTOL sih! Lembaga pengawas kok malah jadi jubir Polri,” tulis akun PartaiSocmed.

Lebih lanjut, warganet itu mengaku bahwa dirinya enggan untuk berkomentar. 

Lantas dirinya mengaku jengkel jika Benny Mamoto ngeles terkait pernyataannya menjadi bully-an publik.

“Kami yg tadinya ga mau komentar jadi sebel juga jika begini ngelesnya,” ujarnya.

(Twitter/PartaiSocmed)

Sementara itu, Benny Mamoto mengaku dibully karena mengutip pernyataan dari Kombes Budhi Herdi Susianto sebagai Kapolres Jaksel saat itu. 

Pengakuan tersebut disampaikan Benny Mamoto dalam sebuah acara yang disiarkan CNN Indonesia TV pada Minggu 7 Agustus 2022. 

Mulanya, Benny menjelaskan tentang perubahan berita acara pemeriksaan (BAP) Bharada E. 

Menurut Benny, perubahan BAP itu wajar terjadi dalam sebuah kasus. 

“Betul, nggak usah gitu, contoh saya di-bully habis gara-gara mengutip pernyataan dari Kapolres Jakarta Selatan, saya cek ke sana ada kendala, ada kejanggalan tidak, yaitu yang saya ungkapkan,” ujar Benny dalam tayangan itu seperti dilihat, Rabu 10 Agustus 2022. 

Benny menjelaskan tentang alam psycho-hierarchy atasan dengan bawahan. 

Menurut Benny, dengan dicabut atau dimutasinya Irjen Ferdy Sambo, alam sadar Bharada E tidak lagi merasa ditekan atau di bawah pengaruh Sambo.

“Soal perubahan BAP hal yang biasa dalam penyidikan saya sudah sampaikan seperti yang disampaikan Menko Polhukam, adanya alam psycho-hierarchy atasan bawahan, sesama atasan, ini harus nurut, tapi ketika sudah dicabut posisinya dan dimutasi, maka struktural itu sudah hilang secara hierarki,” jelasnya.

“Itulah kemudian akan muncul pengakuan-pengakuan yang tadinya mungkin di bawah pengaruh, di bawah tekanan, sekarang menjadi bebas. Kalau kemudian berubah itu hal biasa, karena akan terungkap bahwa sebelumnya di bawah tekanan,” lanjut Benny.

Adapun terkait komentar akun Partai Socmed, belum ada tanggapan dari Benny Mamoto.