Makassar Terkini
Masuk

Serda Ucok Siap Tangkap Pembunuh Brigadir J Dalam Kondisi Hidup Atau Mati

Terkini.id, Jakarta – Tante Brigadir J, Rohani Simanjuntak mengunggah sebuah video yang berhubungan dengan kasus penembakan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Tante Brigadir J membagikan video tersebut pada Rabu 3 Agustus 2022 dalam akun Facebook pribadinya. 

Video tersebut menampilkan Serda Ucok Tigor Simbolon yang menyebut bahwa dirinya siap untuk membantu penuntasan kematian Brigadir J.

Serda Ucok mengatakan bahwa ia adalah alumni Cebongan 2013. Dirinya mengaku merasa terenyuh ketika melihat berita kematian Brigadir J di rumah dinas sang majikan, Irjen Ferdy Sambo.

“Komando, Kami alumni pasukan cebongan 2013 Serda Ucok Simbolon dan kawan-kawan, merasa terpanggil melihat ketidakadilan atas kematian Brigadir Josua secara mengenaskan di rumah bosnya,” ujar Serda Ucok, dikutip dari pikiranrakyat.com, Minggu 7 Agustus 2022.

Selain itu, Serda Ucok menyatakan kesiapannya untuk membantu mencari siapa pelaku pembunuhan Brigadir J tersebut.

“Sebagai putra batak dan prajurit Kopassus kami merasa terpanggil untuk membantu ibu pertiwi demi membela keadilan dengan menangkap dan mengungkap pembunuh Josua secara terang benderang,” tutur Serda Ucok.

Ia juga menganggap bahwa pemerintah telah kehabisan tenaga untuk menangani kasus penembakan antara anggota polisi ini.

“Sungguh kami tidak tega melihat negara sepertinya kesulitan dan kehabisan energi untuk menangkap pembunuh Josua,” ucap Serda Ucok.

Lebih lanjut lagi, Serda Ucok yakin jika diberi kesempatan maka dirinya dapat langsung menangkap pembunuh Brigadir J dalam kondisi hidup atau mati dalam waktu singkat.

“Mohon beri kami ruang untuk menangkap pembunuh Josua hidup atau mati secepat-cepatnya. Kami pasti bisa, berani, benar, berhasil, komando,” ungkap Serda Ucok.

Sebagai informasi, Serda Ucok merupakan prajurit Kopassus yang terkenal karena kasus balas dendam yang ia lakukan.

Diketahui pada tahun 2013,  Serda Ucok menyerang para preman yang berada di Penjara Cebongan hingga tewas.

Serda Ucok melakukan aksi balas dendam itu karena preman tersebut telah menganiaya temannya sampai tidak bernyawa.

Akibat aksi balas dendamnya di Penjara Cebongan ini, Serda Ucok divonis selama 11 tahun penjara.