Bentuk 12 Posko di Area Rawan, Kadinsos: Minimalisir Anjal dan Gepeng

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Akhmad Namsum.(terkini.id/kamsah)
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Akhmad Namsum.(terkini.id/kamsah)

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Akhmad Namsum mengatakan telah membentuk 12 posko di area rawan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak jalanan dan pengemis.
Dia beralasan hal itu untuk mengefektifkan program Dinas Sosial yang monoton, yang berjalan selama ini.

“Kami melihat di Makassar ada beberapa titik rawan terkait dengan masalah Anjal dan Gepeng,” kata dia saat ditemui di Kantornya, Jumat, 12 Juli 2019.

Kendati begitu, Akhmad menilai tenaga Dinas Sosial saat ini belum cukup untuk mengontrol semua itu. Walaupun, kata dia, pihaknya telah bergabung dengan beberapa tim terpadu, baik dari Satpol PP maupun dari pihak kepolisian.

Sehingga ke depan, Akhmad menyebut untuk menghadapi kondisi demikian, “Pasti kami butuh tenaga sedikit agak lebih dari sekarang,” harapnya.

Terkait penempatan tim Dinas Sosial terhadap 12 posko di area rawan, dia mengatakan tempat tersebut dijadikan tempat untuk memantau anak jalanan dan pengemis di waktu rawan selama 2-3 jam.

“Tujuannya adalah bagaimana meminimalisir terkait mangkalnya Anjal dan gepeng di situ. kedua, bagaimana mengefektifkan tim ini bekerja dengan baik, di samping operasi tetap jalan,” ungkapnya.

Saat ditanya ihwal dampak posko tersebut, ia mengatakan, hasilnya, anak jalanan dan pengemis terlihat berkurang. Hanya saja, kata dia, persoalan lain muncul setelah pihaknya rutin melakaukan pemantaua lantaran anak jalanan dan pengemis mengubah waktu mangkalnya.

“Anak jalanan kita lihat sudah berkurang di Kota Makassar, khususnya pada siang hari, tetapi di malam hari, ini juga yang harus kita pikirkan ke depan,” ungkapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini