Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mewacanakan membentuk 6 posko perbatasan yang terhubung dengan Kabupaten Gowa.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan telah menyiapkan 3000 antigen untuk menyaring mobilitas masyarakat kedua daerah.
“Kami support 3000 antigen di perbatasan kita, kalo tidak salah itu ada 6 pintu (perbatasan). Jadi kita akan drop semua,” kata Danny, Kamis, 5 Agustus 2021.
Rencananya wilayah perbatasan akan dibuat Swab massal. Selain adanya keterlibatan TNI dan Polri, pemerintah kota juga mengerahkan tim Detektor Covid-19.
Terkait teknis dan waktu pelaksanaan, Danny mengatakan tak ingin sesumbar lantaran rencana tersebut telah dilimpahkan ke TNI dan Polri.
Danny mengaku akan melakukan pembicaraan lanjutan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).
“Untuk pelaksanaan itu belum, nanti kita koordinasi dengan Forkopimda. Teknisnya, saya sudah serahkan ke TNI-Polri. Mengenai penegakan, ketegasan prokes, saya serahkan ke TNI-Polri biar mereka duluan,” kata Danny Pomanto, Kamis, 5 Agustus 2021.
Sementara itu, Ahli Epidemiologi Unhas Prof Ridwan Amiruddin mengatakan kebijakan antigen perbatasan cukup efektif. Beberapa daerah, kata dia, termasuk ibu kota menerapkan hal serupa.
Hanya saja khusus, peruntukannya dianggap akan lebih efektif terhadap klaster keluarga yang justru tinggi di Kota Makassar.
“Tapi dari satu sisi sebenarnya sekarang ini positifity rate itu Makassar itu 35-40% penularan pada klaster keluarga. Jadi sebenarnya kasus ini sudah ada di dalam kota. Sudah ada di rumah-rumah,” sebutnya.
Selain itu, kata dia, testing, tracing, dan treatment, lebih digencarkan terhadap kontak erat di dalam kota.
“Setiap yang positif itu harus dipastikan siapa kontak erat. Itu yang tidak dijalankan Pemkot. Sekarang kontak tracing cuma 1 banding 2 terlalu rendah,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
