Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bertemu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Kecamatan Mamajang.
Pada pertemuan itu, mereka menyepakati untuk membentuk posko perbatasan.
“Kita sudah sepakat membentuk posko-posko di setiap perbatasan. Nanti kami juga kerahkan personel untuk jaga perbatasan. Kami akan serahkan komando ke TNI-Polri, di backup Satpol PP,” ujar Danny, Selasa, 3 Agustus 2021.
Danny menilai TNI-Polri lebih tepat untuk memimpin pos perbatasan
“Kenapa kami serahkan ke TNI Polri, karena kalau Pemerintah Kota yang tegas, biasanya ada resisten dari masyarakat. Tapi kalau yang tegas itu TNI-Polri biasanya masyarakat lebih bisa terima,” jelasnya.
- Gawat, Bupati Gowa Husniah Talenrang Terseret Tiga Kasus yang Berproses di Kepolisian
- Penyidik Jadwalkan Pemeriksaan Bupati Gowa Terkait Pengembangan Kasus Dugaan Pungli Perizinan Rp1,8 Miliar
- Bupati Gowa Minta Penundaan Paripurna Penyerahan Ranperda LPJ APBD 2025
- Masuk Tahap Wawancara Jamsostek Award 2026, Bupati Gowa Tegaskan Komitmen Perluas Perlindungan Pekerja
- Wakil Ketua DPRD Gowa Sesalkan Bupati HT Tinggalkan Sidang Pansus Hak Angket
Pemerintah Kota Makassar, kata dia, akan berfokus melakukan tracing dari rumah ke rumah.
“Nanti kami bergerilya di rumah-rumah. Jadi kami akan rapat bersama TNI-Polri untuk membicarakan hal ini, karena butuh persiapan-persiapan khusus,” terangnya.
Dalam pertemuannya, mereka juga membahas terkait sinkronisasi pembatasan jam oprasional bagi pelaku usaha.
Masyarakat Bingung
Pasalnya, sebelumnya terjadi ketidakcocokan dalam praktik penerapan PPKM antara Makassar dan Gowa.
“Seperti kemarin, kami tutup pukul 19.00 Wita ternyata Makassar bisa buka sampai 22.00 Wita. Padahal Makassar level 4 sementara Gowa cuma level 3,” ujar Bupati Gowa, Adnan Purichta.
Sehingga hal tersebut membuat masyarakat di Gowa menjadi bingung. Sebab Gowa lebih ketat dibanding Makassar.
“Masyarakat bingung, kenapa Gowa lebih ketat padahal levelnya di bawah Makassar,” jelasnya.
Adnan mengatakan 45 persen masyarakat Gowa beraktifitas di Makassar.
“Jadi kita harus samakan presepsi, supaya masyarakat tidak bingung,” katanya.
Sebelumnya pihaknya melakukan perpanjangan PPKM Level 3. Sebab itu perlu sinkronisasi dengan Makassar.
“Supaya jam pembatasan di Makassar tidak lagi lebih longgar dari Gowa, ini untuk menyesuaikan saja,” tutupnya.
Danny Pomanto mengatakan, memang perlu dilakukan inisiasi dan kordinasi antara pemerintahan. Menurutnya, inisasi seperti ini sangat bisa memberikan solusi antar pemerintah, agar tidak terjadi tabrakan kebijakan.
“Kami ini semua adalah ahli waris bagi budaya sipakalabbe sipakainga. Jadi apapun masalahnya lebih baik dibicarakan seperti ini,” kata Danny.
Ia juga menyampaikan rasa terimakasihnya atas apa yang dilakukan Adnan atas kunjungannya
“Tentunya saya berterima kasih atas kunjungan beliau, dan saya akan kunjungan ke Gowa juga,” terangnya
“Kita berpikir bukan Gowa bukan Makassar, tapi Anglomerasi. Meski secara tatanan bukan tugas kita berdua, tapi tidak apa-apa, nanti kami undang juga Maros dan Takalar,” jelasnya.
Danny pun menegaskan pentingnya keterlibatan Pemerintah Provinsi, dalam menginisiasi pertemuan antara pemerintah daerah untuk membahas PPKM ini.
“Saya kira penting sekali, ini darurat loh, level 4 itu perubahan dari kata darurat. Kalau persolana darurat berarti itu terkait strong leadership, itu harus betul-betul kuat,” terangnya
“Saya kira inisasi seperti ini membuka memang sangat perlu dilakukan. Karena ini bukan kepentingan orang tertehtu saja, tapi kepentingan semua orang,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
