Terkini.id, Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan alias Gus Umar memberikan pandangannya tentang KPK dan Kejaksaan Agung alias Kejagung RI.
Menurut Gus Umar, Kejagung RI jauh lebih keren daripada KPK untuk saat ini.
Hal itu lantaran, kata dia, Kejagung RI berani tuntut koruptor untuk dihukum mati, sedangkan KPK saja untuk mencari Harun Masiku belum jelas.
“Kejagung skrg jauh lebih keren dibanding @KPK_RI krn kejagung berani tuntut koruptor Asabri dgn tuntutan mati. Sedang @KPK_RI cari harun masiku saja gak jelas. Bravo Kejagung,” ujarnya, dikutip terkini.id.
Hal itu disampaikan langsung oleh Gus Umar melalui akun Twitternya pada Kamis, 9 Desember 2021.
- Kejagung RI Selesaikan 1.454 Perkara Lewat Pendekatan Keadilan Restoratif Sepanjang 2022
- Cuit Mahmud MD: Kematian Brigadir Yosua Melibatkan 5 Tersangka Pembunuhan Berencana dan 7 Tersangka obstruction of justice
- Jaksa Agung Ungkap Ratusan Pegawai di Kejaksaan Kena Sanksi Selama Tahun 2021
- KLHK, Polri, dan Kejagung RI Berkomitmen Berantas Kejahatan Karhutla
- Kejagung RI Copot Chaerul Amir sebagai Sesjamdatun, Diduga Jadi Mafia Kasus
Terlihat, beberapa netizen turut meramaikan kolom komentar.
“That’s the idea, om, kpk di mandulin, terus jakgung sama polisi digalakin, tar kalo kpk nampak tak berguna kan bisa dibubarin, dibuang, trus urusan brantas korupsi pindah ke jakgung sama polisi,” komentar Pinek***.
“Jajaran KPK udah di isi oleh orang-orang pilihan rezim kodok, dengan cara diseleksi lewat twk,tes wawasan kebangsaan kodok,” komentar Capungli***.
“Bubarkan saja KPK, perkuat dan perbaiki Polri dan Kejagung insitusi hukum sesuai UUD45,” komentar netizen lainnya.
Diketahui, Kejagung RI melakukan tuntutan hukuman mati kepada tindak pidana korupsi ASABRI.
Pihak Kejagung yakin hukuman mati mampu membuat jera para pelaku koruptor. Sebab, selama ini, hukuman korupsi terbilang kecil. Belum lagi dipotong masa tahanan, remisi, asimilasi dan bebas bersyarat.
“Ini saya anggap sebagai salah satu solusi untuk pemberantasan korupsi yang lebih baik,” katanya mengutip Merdeka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
