Beredar Foto Belasan Pemuda NU Disebut Salat Berjamaah di Gereja, Ini Faktanya

Foto belasan pemuda NU disebut salat berjamaah di gereja. (Foto: Facebook)

Terkini.id, Jakarta – Sebuah foto yang memperlihatkan belasan pemuda mengenakan jaket Nahdlatul Ulama (NU) salat berjamaah di sebuah ruangan yang terpajang salib dan disebut merupakan gereja, beredar di media sosial.

Foto viral tersebut diunggah oleh seorang pengguna Facebook dengan nama akun Munzirin dan dibagikan ke halaman Manusia Merdeka pada 12 Agustus 2020.

Unggahan foto tersebut mengklaim bahwa para pemuda NU itu salat di gereja.

“Islam Nusantara itu nabinya siapa ya…? Tuhannya Yesus juga ya…..? terus kitabnya mungkin kitab STENSIL….??” tulis Munzirin di caption unggahannya.

Namun, berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan Tim Cek Fakta Tempo, Jumat, 14 Agustus 2020, foto tersebut pernah diklarifikasi oleh IPNU lewat laman Duta Islam dengan artikel berjudul “Viral Foto Shalat di Gereja Banyak Dipelintir, Ini Klarifikasi dari IPNU Batam” yang tayang pada Juni 2018 silam.

Menarik untuk Anda:

Dalam artikel itu, salah satu kader NU yang termasuk dalam belasan pemuda di foto itu, Shon Haji Zuhri mengatakan, para pemuda NU tersebut adalah Pengurus Anak Cabang Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sagulung, Batam.

Saat itu, kata Shon, mereka diundang untuk mengisi pentas seni dalam Jambore Pelajar Katolik yang digelar oleh Yayasan Tunas Karya.

“Kegiatan bertempat di SD Katolik Santo Ignasius Loyola di Rempang, Galang, pada 22-24 Juni 2018,” ujar Shon.

Jambore tersebut bertemakan kebhinekaan. Pemuda NU, lanjut Shon, saat itu diundang untuk menampilkan kesenian yang bertemakan kebangsaan dan keberagaman. Mereka tampil pada 23 Juni 2018 pukul 20.00 WIB.

“Saat rombongan adik-adik IPNU yang dikawal beberapa anggota Banser sampai di lokasi, ternyata sudah masuk waktu salat magrib dan akhirnya rombongan melakukan salat magrib berjamaah di sebuah gedung yang ada salibnya,” ujar Shon.

Shon mengungkapkan bahwa gedung yang dipakai untuk salat tersebut bukanlah gereja, melainkan semacam asrama atau aula yang lokasinya terpisah dari gereja.

Mereka telah berusaha mencari masjid atau musala terdekat, namun jaraknya cukup jauh dan tidak ada kendaraan untuk mengantar.

“Maka, kami meyakini, jika kami memaksakan diri harus melaksanakan salat magrib di masjid terdekat, maka waktu salat (magrib) akan habis. Sementara itu, kami tidak mungkin juga melaksanakan salat di lapangan yang ada di lokasi, karena keadaan cuaca (gerimis) dan lapangannya becek akibat guyuran air hujan selama dua hari,” ujar Shon.

Berdasarkan fakta tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut para pemuda NU dalam foto itu sedang salat berjamaah di gereja merupakan klaim yang salah alias hoaks.

Faktanya, para pemuda NU tersebut salat berjamaah di sebuah ruangan aula, bukan di tempat ibadah umat Katolik maupun gereja.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Sudah Bunuh Pendeta dan Warga, OPM Kini Tantang TNI Perang

Satu Dokter Paru-paru Gugur, 135.000 Rakyat Indonesia Kehilangan Layanan Kesehatan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar