Terkini.id, Jakarta – Pengguna media sosial di China belum lama ini dihebohkan dengan kabar Perusahaan teknologi Tencent mengeluarkan data jumlah korban virus corona lebih besar dari laporan pemerintah China.
Sekedar diketahui, Tencent merupakan perusahaan teknologi di China dengan berbagai bisnis digital termasuk game.
Perusahaan ini secara khusus memajang laman bertajuk ‘Epidemic Situation Tracker’ tentang wabah virus corona di China agar publik dapat mengetahui jumlah korban virus Corona secara realtime.
Namun, seperti dilansir dari laman Taiwan News lewat Detikcom, Jumat, 7 Februari 2020, pengguna media sosial di China membicarakan terkait data jumlah korban virus corona yang dirilis oleh Tencent.
Pasalnya, seorang pengguna Facebook bernama akun Hiroki Lo mengunggah kejanggalan angka korban virus corona yang dipajang Tencent di situsnya.
- Akibat Virus Corona, Sudah 560 Warga China Meninggal
- Viral, Pasangan Lansia Korban Virus Corona Saling Pegangan Tangan dan Ucapkan Perpisahan
- Update: Sudah Hampir 10 Ribu Orang Terinfeksi Virus Corona di 20 Negara
- Virus Corona Sudah Masuk di Arab, Satu Keluarga Positif Terinfeksi
- Beredar Kabar Virus Corona Telah Masuk di Makassar, Ini Faktanya
Dalam unggahannya, Hiroki Lo menyebut angka jumlah korban yang dirilis Tencent jauh lebih tinggi dibanding yang diumumkan oleh pemerintah China.
Hiroki Lo menyebutkan, pada 1 Februari 2020, Tencent merilis jumlah pasien positif virus corona di China adalah 154.023 Angka ini 10 kali lipat dibanding yang diumumkan pemerintah China ketika itu.
Beberapa lama kemudian, Tencent mengubah jumlah tersebut sesuai dengan angka yang diumumkan oleh pemerintah China.
Alhasil, warganet di China pun menuding Tencent memiliki dua data, yakni data rill dan data manipulasi.
Menanggapi hal itu, Taiwan News kemudian menuding pemerintah China tidak menampilkan angka sesungguhnya.
Hal itu, menurut Taiwan News berdasarkan sumber mereka di Wuhan yang mengungkapkan bahwa banyak pasien virus corona tidsk mendapatkan pertolongan medis dan meninggal di luar rumah sakit.
Menanggapi kehebohan itu, Tencent memberi klarifikasi resminya. Menurut mereka, angka yang beredar di media sosial adalah gambar editan yang menampilkan informasi salah.
Tencent menegaskan pihaknya sangat profesional dalam memakai teknologi untuk menginformasikan data terkini virus corona.
“Sayangnya, beberapa sumber media sosial telah menyebarkan gambar editan dari situs ‘Epidemic Situation Tracker’ menampilkan informasi salah yang tidak pernah kami publikasikan,” tegas pihak Tencent.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
