Beredar Postingan Sebut WHO Nyatakan Covid-19 Tak Lebih Berbahaya dari Flu, Ini Faktanya

covid-19
Postingan Denpasar Info soal WHO sebut Covid-19 tak lebih berbahaya dari flu. (Tempo)

Terkini.id, Jakarta – Beredar postingan di media sosial yang menyebut organisasi kesehatan dunia atau WHO telah menyatakan bahwa Covid-19 tidak lebih berbahaya dari flu.

Postingan itu diunggah oleh pengguna Facebook Denpasar Info pada 18 Oktober 2020.

Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi bahwa WHO mengkonfirmasi Covid-19 tidak berbahaya dari flu.

“UPDATE! WHO KONFIRMASI BAHWA COVID TIDAK LEBIH BERBAHAYA DARU VIRUS FLU! WHO atau organisasi kesehatan dunia mengkonfirmasi setelah dilakukan study berbulan – bulan mengatakan bahwa virus covid19 tidak lebih berbahaya daripada penyakit flu yang bersifat musiman. Hal ini disampaikan petinggi WHO saat melakukan rapat khusus dengan 34 dewan eksekutif WHO Senin, 5 Oktober 2020,” tulis Denpasar Info.

Dalam unggahannya, akun tersebut juga melampirkan tangkapan layar judul artikel dari situs Blacklisted News berjudul “WHO (accidentally) Confirms Covid is No More Dangerous Than Flu” yang terbit pada 8 Oktober 2020.

Menarik untuk Anda:

Isi artikel itu mengutip pernyataan Michael Ryan, Direktur Eksekutif Keadaan Darurat Kesehatan WHO, dalam sesi khusus bersama 34 anggota dewan eksekutif WHO pada 5 Oktober 2020.

Ketika itu, Ryan mengungkapkan keyakinannya bahwa sekitar 10 persen warga dunia telah terinfeksi SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19.

“Meskipun WHO berusaha menganggap ini sebagai hal yang buruk, Ryan bahkan mengatakan ‘sebagian besar warga dunia masih berisiko’, ini sebenarnya kabar baik. Dan menegaskan, sekali lagi, bahwa virus ini tidak mematikan seperti yang diperkirakan semua orang,” demikian tertulis dalam isi artikel tersebut.

Namun, berdasarkan penelusuran fakta dari Tim Cek Fakta Tempo, Rabu 21 Oktober 2020, klaim yang menyebut WHO telah menyatakan Covid-19 tak lebih berbahaya dari flu adalah klaim yang salah atau hoaks.

Faktanya, klaim dalam artikel Blacklisted News tidak sesuai dengan apa yang disampikan oleh Michael Ryan dalam sesi khusus bersama 34 anggota dewan eksekutif WHO pada 5 Oktober 2020.

Ketika itu, Ryan justru menjelaskan bahwa Covid-19 terus menyebar dan meningkat di berbagai belahan bumi. WHO pun memperkirakan sekitar 10 persen populasi global telah terinfeksi SARS-CoV-2.

Untuk memeriksa klaim dalam artikel Blacklisted News, Tempo mula-mula menelusuri situs resmi WHO.

Namun, informasi bahwa “Covid-19 tidak lebih berbahaya dari flu” tidak ditemukan dalam situs itu. Padahal, WHO selalu memuat seluruh perkembangan terbaru mengenai Covid-19 di situs resminya.

Tim Cek Fakta Tempo kemudian membandingkan isi artikel Blacklisted News tersebut dengan pemberitaan media asing kredibel.

Dalam berita Associated Press yang berjudul “WHO: 10% of world’s people may have been infected with virus”, terdapat pernyataan Michael Ryan dalam forum bersama 34 anggota dewan eksekutif WHO pada 5 Oktober 2020.

Namun, dalam berita tersebut, Ryan sama sekali tidak menyatakan bahwa Covid-19 tidak lebih berbahaya dari flu.

Ryan dalam paragraf kelima dan keenam berita itu justru memperingatkan bahwa Covid-19 terus menyebar dan meningkat di berbagai wilayah di dunia. WHO pun memperkirakan sekitar 10 persen populasi global mungkin telah terinfeksi SARS-CoV-2.

Selain itu, WHO melansir tingkat kematian Covid-19 lebih tinggi daripada influenza, terutama influenza musiman, meskipun tingkat kematian Covid-19 yang sebenarnya masih perlu waktu untuk dipahami sepenuhnya.

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, maka dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut WHO telah menyatakan Covid-19 tidak lebih mematikan dari flu adalah klaim yang salah atau hoaks.

Klaim tersebut masuk dalam kategori Manipulated Content atau konten yang dimanipulasi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Rentetan Sejarah Gempa Majene, BMKG: Gempa Susulan Masih Akan Terjadi

Berikut Analisa BMKG Soal Gempa di Majene Sulbar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar