Terkini.id, Makassar – Sejumlah nama yang diundang melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 perdana di Makassar tidak memenuhi persyaratan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Agus Djaja Said menyebut dari 32 orang yang diundang melakukan penyuntikan vaksinasi Covid-19, hanya 21 yang terdaftar.
“Namun hanya 11 yang dinyatakan lolos,” kata Agus, Kamis, 14 Januari 2021.
Agus menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tak bisa melakukan vaksinasi. Seperti tekanan darah tinggi. Selain itu, pada saat screening itu, ada 16 pertanyaan yang harus dijawab.
“Jika ada yang tidak sesuai maka akan ditunda, atau tidak diberikan sama sekali. Jadi intinya kejujuran,” ungkapnya.
- Autoclave Tiba di Proyek HPAL PT Vale Morowali, Tandai Tonggak Penting Hilirisasi Baterai EV
- MWC NU se-Kabupaten Jeneponto Masa Khidmat 2026--2031 Resmi Dilantik, Bupati Harap Jadi Mitra Pemerintah
- 5 Alasan Wajib Belanja On Cloudrunner 3 di Blibli, Bisa Sampai 2 Jam!
- Hari Anak Nasional 2026, Wadirnas LPKS BKPRMI Murniati Ajak Perkuat Perlindungan Anak
- Rusak Dimasa Pemeliharaan, Kontraktor Peningkatan Jalan Wajib Perbaiki, Polres Jeneponto Pastikan Pengawasan Ketat
Adapun nama-nama yang tidak lolos vaksinasi perdana, antara lain; Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo, Kepala Polrestabes Kota Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, dan Sektretaris Daerah (Sekda) Makassar, M Ansar.
Selanjutnya ada nama Kajari Makassar, Andi Sundari. Kemudian Ketua PKK Makassar, Rossy Timur W, dan beberapa perwakilan Forkompinda.
Mereka yang tidak lolos vaksinasi rata-rata lantaran memiliki tekanan darah tinggi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
