BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan, Endang: Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BI
Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Endang Kurnia Saputra

Terkini.id, Makassar – Bank Indonesia atau BI kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen.

Sebelumnya pada bulan September, BI juga menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen.

“Penurunan suku bunga kita lakukan untuk mendorong pertumbuhan secara umum. Turun 25 basis poin dari 5,25 menjadi 5% untuk suku bunga acuan BI,” kata Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Endang Kurnia Saputra di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Senin, 28 Oktober 2019.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, dia mengatakan BI juga mendorong ruang untuk menurunkan suku bunga dengan cukup lebar lantaran inflasi rendah.

“Jadi dengan inflasi yang rendah pertumbuhan kita yang relatif tinggi mempunyai ruangan yang cukup besar untuk menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” kata dia.

Endang mengatakan terus menjaga agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Biaya produksi, kata dia, dengan suku bunga yang lebih rendah justru akan lebih baik dan bakal lebih efisien.

Saat ditanya soal kemungkinan penurunan suku bunga lagi, ia mengaku belum tahu. Namun ia mengatakan bila angka inflasi rendah, peluang bagi BI untuk penurunan suku bunga terbuka luas.

“Tapi sementara ini mungkin kami melihat bahwa angka ini saja cukup menjanjikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Adapun beberapa faktor global yang mempengaruhi keputusan BI tersebut di antaranya pertumbuhan Amerika Serikat yang tumbuh melambat akibat turunnya ekspor dan investasi non residensial.

Selain itu, juga melambatnya pertumbuhan ekonomi Eropa, Jepang, China dan India. Hal tersebut membuat banyak negara mengeluarkan stimulus fiskal dan melonggarkan kebijakan moneter.

“Namun stabilitas sistem keuangan kita ditopang sistem perbankan yang sangat sehat itu agak jauh dalam kondisi krisis. Sangat jauh karena perbankan kita kuat sekarang,” tutup Endang.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Ekobis

Telkomsel Sebar Kebahagiaan di Akhir Tahun

Terkini.id, Makassar - Telkomsel kembali menghadirkan Roadshow Natal dan Tahun Baru (Naru) 2019 yang akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kepada 2.000 anak
Bisnis

Kalla Aspal Rayakan HUT ke-31 Tahun

Terkini.id, Makassar – 31 tahun yg lalu, tepatnya pada 07 Desember 1998 Kalla Group mendirikan Kalla Aspal yang menjadi Perusahaan Agen Aspal Curah dari