Gernas BBI-BWI, BI Dorong Pelaku UMKM Berjualan Lewat Daring

Gernas BBI-BWI, BI Dorong Pelaku UMKM Berjualan Lewat Daring

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM berjualan lewat daring.

“Ayo dukung UMKM dengan berwisata secara nyata. Kreativitas dan digitalisasi jadi kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM, terutama sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital,” ucap Perry Warjiyo dalam kegiatan Gernas BBI-BWI, Kamis, 24 Februari 2022.

Ia mengatakan lebih dari 2 tahun dunia dilanda pandemi, tak terkecuali Indonesia. Pembatasan kegiatan berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat, termasuk UMKM. 

Hal itu berimbas pada penurunan permintaan yang  menyebabkan pendapatan UMKM menurun tajam, bahkan tak sedikit yang terpaksa menutup usaha. 

Di sisi lain, Perry menilai pesatnya perkembangan teknologi digital menimbulkan kemudahan bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk terhubung satu sama lain, misalnya melalui lokapasar (e-commerce). 

Baca Juga

“Dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta (BPS, 2020), serta potensi digital yang sangat besar, yaitu 73,7% pengguna internet dan 61,8% aktif di media sosial (Datareportal, 2021), konsumen Indonesia merupakan pasar yang menggiurkan,” tuturnya.

Menurutnya, peluang ini perlu dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasarnya dengan berjualan secara daring.

Saat ini, Bank Indoesia terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Selain itu, melakukan Jambore UMKM. 

Perry mengatakan saat ini ada tiga inisiasi yang gencar dilakukan BI, yaitu On-Boarding UMKM, melakukan Business Matching sehingga UMKM bisa ekspor, dan sosialisasi kepada generasi Z agar ikut terlibat dalam gerakan UMKM.

“Ini untuk membangun karakter kecintaan terhadap produk UMKM,” kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Gernas BBI-BWI mampu menggerakkan masyarakat agar bangga membeli dan menggunakan produk dalam negeri, sekaligus mendorong UMKM untuk go digital. 

“Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia bukan semata program yang menggaungkan tagar belaka. Gerakan ini terbukti mampu mengajak pelaku usaha, terutama dari sektor mikro, kecil, dan menengah untuk bisa dan mau mengembangkan usahanya melalui industri digital,” kata Luhut.

Menurutnya, hasil yang diperoleh dari program Gernas BBI ini tampak nyata. Sebelumnya, pada tahun 2019 jumlah UMKM yang onboarding hanya 8 juta UMKM. 

Pasca diluncurkan Gernas BBI pada 2020, jumlah UMKM onboarding bertambah signifikan sejumlah 9,2 juta UMKM sehingga mencapai 17,2 juta UMKM pada akhir 2021, atau meningkat lebih dari 2 kali lipat dibandingkan sebelum peluncuran Gernas BBI dan BWI.

“Upaya peningkatan demand produk UMKM dan perluasan kecintaan produk lokal telah berjalan cukup sukses,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.