Lebih lanjut dalam tanggapannya,
Prof. Dr. Ir. Ngakan Putu Oka, M.S.c, Guru besar Universitas Hasanudin menuturkan pesan agar Mencari sebanyak mungkin data untuk repository dan bisa dibagipakaikan.
“Data dan informasi penting namun kadang kurang diketahui dan dipahami oleh banyak pihak. perlu sosialisasi kepada publik betapa pentingnya Kehati,”ujarnya.
“Kawasan Wallacea penting untuk Kehati, jadi perlu lebih banyak dieksplore dan diperkenalkan kepada pihak internasional.
Kehati non mega-fauna juga penting untuk selalu diperhatikan, terutama serangga yang perannya penting untuk lingkungan dan ketahanan pangan,”pesannya.
“Penguatan kapasitas SDM di instansi terkait, baik petugas lapangan maupun analis data untuk lebih menguasai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati flora dan fauna,”pungkas Prof Putu Oka.
Kegiatan ini juga dihadiri dari Bappenas, Sesditjen KSDAE , Balai Besar KSDA SulSel, DLHK Prov SulSel, DLH Prov SulBar, DLH Prov. Maluku Utara, Balai TN Bantimurung Bulusaraung, DLH Kab/Kota se-SulSel serta Fakultas Kehutanan Unhas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
