BNPB: Masih Ada Potensi Bencana di Pantai Banten yang Belum Diketahui Waktunya

Terkini.id, Banten – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengunjungi Pantai Binuangeun, Pandeglang, Banten, pada Sabtu 12 Januari 2018.

Kepal BNPB datang bersama rombongan BMKG, Kepala PVMBG, LIPI serta para ahli geologi,vulkanologi dan para peneliti.

Kunjungan lokasi Pantai Binuangeun tersebut salah satunya untuk melihat meihat kawasan yang pernah menjadi jejak tsunami 300, 1700, dan 3000 tahun yang lalu itu.

BNPB mencatat, masih tersimpan energi potensi bencana yang belum dapat diketahui kapan terjadinya di kawasan tersbut.

Olehnya itu, melalui kesempatan tersebut, Kepala BNPB menekankan bahwa adanya jejak tsunami itu menunjukkan bahwa Pemda dan masyarakat setempat harus meningkatkan kesiapsiagaan.

“Yakni, dengan memperkuat upaya-upaya mitigasi, menyiapkan rute-rute evakuasi, dan melakukan tata ruang yang berbasis risiko bencana,” terang dia.

Pada kesempatan tersebut, Doni Monardo juga mengungkapkan manfaat dari hutan pantai bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai zona merah gempa bumi dan tsunami.
Hutan pantai dinilai menjadi salah satu upaya mitigasi dalam mengurangi risiko bahaya tsunami di masa depan.

Doni mencontohkan, beberapa jenis pohon yang dapat ditemui di pesisir pantai berfungsi sebagai penahan alami dari hantaman tsunami. Pohon tersebut dapat ditanam di pinggir pantai, seperti pohon pule, ketapang, mahoni, waru, beringin, hingga kelapa.

“Ini sebagai tujuan kita mengurangi bencana, maka sejak sekarang kita siapkan. Kawasan di zona merah Selat Sunda ini sudah harus mempersiapkan diri dari sekarang. Untuk melakukan penanaman pohon perawatan dan menjadi kokoh sehingga mungkin sepuluh tahun, 20 tahun, 30 tahun yang akan datang terjadi lagi peristiwa seperti ini (tsunami) masyarakat dapat terlindungi dan korban seminim mungkin,” kata Doni lagi.

Doni juga memberi arahan bahwa penanaman pohon sebagai upaya mitigasi bencana tsunami diserahkan kepada pemerintah daerah setempat, termasuk melibatkan dinas kehutanan provinsi.

Penanaman juga harus memperhatikan juga berapa panjang pantai dan setiap wilayah tentu ada lapisan.

“Kita minta bupati untuk menyusun rencana dan mengajukan ke BNPB. Kebutuhan apa yang dapat kita usulkan nanti ke Kementerian Keuangan,” tutur Doni.

Menurut dia, dalam upaya mitigasi dan pencegahan di wilayah yang rawan gempa dan tsunami harus ada keterlibatan semua pihak, seperti kesiapsiagaan masyarakat.

Kepala BNPB menuturkan, sosialisasi harus terus diberikan ke semua lapisan masyarakat oleh semua komponen, termasuk para ulama.

Doni juga menekankan pada latihan yang menyentuh hingga tingkat rukun warga yang berada di kawasan zona merah.

Terkait dengan aturan, Doni menyampaikan, pemerintah daerah bisa mengeluarkan peraturan kepada seluruh pengelola hotel untuk memperhatikan masalah konstruksi bangunan.

Dia mengungkapkan, kawasan Pantai Binuangeun sebenarnya memiliki sebuah shelter tsunami. Namun pembangunan shelter belum sempurna lantaran permasalahan administrasi.

Doni berharap nantinya shelter yang sudah dibangun tersebut tetap dapat digunakan untuk kepentingan kebencanaan.

Dilihat dari jejak historis, kawasan Pantai Binuangeun pernah terdampak tsunami pada 300 tahun, 1.700 tahun, dan 3.000 tahun yang lalu. BNPB melihat tersimpan energi potensi bencana di kawasan tersebut yang belum dapat diketahui kapan terjadinya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

120 Anggota Kodim 1425 Jeneponto Jalani Tes Urine

Terkini.id,Jeneponto - Sebanyak 120 angggota Kodim 1425 Jeneponto ikut serta melakukan tes urine. Ini dilakukan dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba