BPBD : Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Makassar

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Taufiek Rachman didampingi Kasie Kesiapsiagaan BPBD Nurhidayat Sukardin mendiskusikan perkembangan cuaca ekstream yang melanda Kota Makassar beberapa terakhir ini, Kamis 17 Januari 2019.

Terkini.id, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem sepeti hujan sedang lebat disertai petir, kilat dan angin kencang yang melanda kota Makassar.

Kasubag Program Data dan Evaluasi BPBD, Nurhaeni, mengatakan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, cuaca ekstream yang melanda beberapa hari terakhir berpotensi hujan dengan intensitas sedang lebat disertai petir, kilat dan angin kencang.

“Sejak kemarin, Rabu 16 Januari 2019, BMKG mengeluarkan peringatan terkait cuaca ekstream yang berpotensi terjadi angin puting beliung di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya,” katanya.

Lanjut dia, angin kencang yang berpotensi angin puting beliung bisa terjadi mengingat beberapa wilayah Makassar berada di pesisir pantai.

“Masyarakat diminta waspada, khususnya yang berada di daerah pesisir pantai. Masyarakat dihimbau mewaspadai potensi angin kencang dan juga potensi gelombang tinggi di sekitar perairan selat Makassar,” ungkapnya.

Dia menambahkan, informasi yang dihimpun dari BMKG, wilayah kota Makassar diprediksi tiga hari ke depan masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kencang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD, Taufiek Rachman mengatakan, Wali Kota Makassar, sudah menginstruksikan satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) termasuk lurah dan camat siaga 1 x 24 jam.

“BPBD bersama stakeholder terkait sudah berkoordinasi dan meminta masyarakat mewaspadai dampak cuaca ektream yang terjadi beberapa terakhir ini,” katanya.

Dia menuturkan, dampak cuaca ektream ini mengakibatkan genangan air dan pohong tumbang di beberapa wilayah di Makassar.

“Lurah dan Camat diminta untuk selalu memantau wilayahnya dan melaporkannya ke posko PB BPBD jika membutuhkan perbantuan secapatnya,” tuturnya.

Lanjut dia, BPBD saat ini sudah mensiagakan semua perlengkapan evakuasi seperti perahu karet, tenda keluarga dan personil di posko BPBD.

“Langkah antisipasi telah kami lakukan dengan membuka posko siaga 1×24 jam. Selain itu, ada Care and Rescue Centre (Carester) di Manggala, Ujung Tanah dan Tamalanrea ditambah personil dan peralatan evakuasi telah disiagakan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini