“Masyarakat Makassar tidak boleh tiba-tiba miskin ketika kepala keluarganya meninggal dunia atau mengalami risiko kerja. Karena itu, perlindungan sosial harus hadir untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka,” ujar Munafri.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya meningkatkan jumlah kepesertaan, tetapi juga memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Masih banyak masyarakat yang sebenarnya mampu menjadi peserta, tetapi belum memahami manfaat dan mekanisme program ini. Karena itu, agen PERISAI diharapkan menjadi ujung tombak literasi dan edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Munafri berharap kehadiran agen PERISAI di seluruh wilayah Kota Makassar dapat mempermudah akses masyarakat terhadap program BPJS Ketenagakerjaan sekaligus mempercepat perluasan perlindungan bagi pekerja sektor formal maupun informal.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Makassar yang menjadikan perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai program prioritas daerah.
- Terpilih Aklamasi, H. Irfan Darmawan NM Pimpin IBCA MMA Kota Makassar
- Milad ke-63, Unismuh Makassar Mantapkan Langkah Menuju 1.000 Kampus Terbaik Dunia
- Nyaman, Aman, dan Praktis, Hyundai New CRETA Jawab Kebutuhan Mobilitas Urban di Makassar
- BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Makassar Hadirkan Program Makassar Berjasa untuk 81.500 Pekerja Rentan
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Makassar karena menghadirkan inovasi yang sangat strategis untuk memastikan para pekerja terlindungi dari berbagai risiko sosial dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat pekerja,” ujar Saiful.
Ia menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperkuat perannya sebagai instrumen negara dalam menghadirkan jaring pengaman sosial bagi pekerja dan keluarganya.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh pekerja terlindungi. Perlindungan ini tidak hanya untuk pekerja, tetapi juga untuk menjaga kesejahteraan keluarga mereka ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan maupun risiko pekerjaan,” tegasnya.
Saiful menjelaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan strategi BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat tiga pilar utama, yakni Coverage, Care, dan Credibility (3C), serta mendukung terwujudnya perlindungan yang semakin dekat dan mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, model kolaborasi yang dibangun Pemerintah Kota Makassar melalui pembentukan wadah dan agen PERISAI hingga tingkat RW merupakan inovasi yang layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
